BANDUNG,FOKUSJabar.id: Nasib Bandung Zoo memasuki masa krusial. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pemerintah siap mengambil alih pengelolaan jika seleksi pengelola baru gagal menghasilkan pemenang hingga 5 Mei 2026.
Farhan mengatakan, saat ini Ia bersama Gubernur Jawa Barat terus berkomunikasi intensif untuk menentukan langkah terbaik terkait keberlangsungan pengelolaan kebun binatang tersebut.
“Saya dan Pak Gubernur sedang intensif komunikasi. Kalau sampai tanggal 5 Mei tidak berhasil lelang, maka akan di ambil alih pemerintah. Sekarang kita siapkan semua skenario, baik ada pemenang lelang maupun tidak,”kata Farhan di Balai Kota Bandung Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Keren! Pemkot Bandung Cairkan HPM Guru Honorer
Menurutnya, proses seleksi pengelola baru masih berada pada tahap pendaftaran. Pemerintah membuka kesempatan kepada lembaga konservasi yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses tersebut.
“Masih tahap pendaftaran. Syaratnya ketat, tidak semua lembaga konservasi mampu,” katanya.
Farhan menyebut masa pendaftaran akan di tutup pada 3 Mei, sementara target penentuan hasil seleksi di patok pada 5 Mei.
“Sampai tanggal 3 pendaftaran, targetnya 5 Mei,” ucapnya.
Farhan menjelaskan, dari total 85 pihak yang di undang mengikuti seleksi, baru sekitar 4 lembaga yang memberikan respons, dan sebagian besar masih sebatas menyatakan minat.
“Yang di undang 85, tapi yang merespons baru sekitar empat, itu pun baru menyatakan minat. Kita juga mengajukan perpanjangan deadline ke pemerintah pusat,” katanya.
Baca Juga: Mulai 2 Mei, Karnaval Binokasih Jelajahi Daerah di Jawa Barat
Selain itu, kondisi kesehatan dan kesejahteraan satwa di Bandung Zoo mendapat perhatian serius selama masa transisi pengelolaan.
Saat ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Vantara untuk mendukung kesejahteraan satwa, terutama penyediaan obat-obatan.
“Saat ini DKPP dan Dinas Kehutanan Jabar bekerja sama dengan Vantara untuk animal welfare, terutama obat-obatan,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


