spot_imgspot_img
Rabu 22 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lindungi Pelajar, Wali Kota Bandung Gandeng BNN Perkuat Edukasi Antinarkoba

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempertegas komitmennya dalam memerangi peredaran narkotika yang mengincar generasi muda. Melalui kolaborasi strategis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung, pemerintah daerah kini memprioritaskan langkah edukasi dini serta pengawasan lingkungan yang lebih ketat, Selasa (21/4/2026).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa skema pencegahan menjadi pilar utama dalam menekan angka penyalahgunaan zat terlarang di kalangan pelajar. Ia menilai intervensi sejak usia sekolah merupakan cara paling efektif untuk memutus rantai perilaku berisiko.

Baca Juga: Pemkot Bandung Wajibkan Kendaraan Operasional Diesel Beralih ke Dexlite Demi Efisiensi

“Kami telah berdiskusi dengan Kepala BNN Kota Bandung untuk memulai penanggulangan narkotika dari sisi pencegahan. Pendidikan di sekolah memegang peranan kunci agar anak-anak memahami bahaya di balik rasa ingin tahu yang berlebihan,” ujar Farhan di Pendopo Jalan Dalem Kaum.

Sorotan Terhadap Tramadol dan Rokok

Farhan mengidentifikasi beberapa faktor pemicu yang sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika, mulai dari keinginan mencoba rokok hingga maraknya peredaran obat-obatan keras seperti tramadol. Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan memberikan pembekalan khusus bagi siswa agar mampu membentengi diri dari pengaruh zat berbahaya tersebut.

Selain fokus pada edukasi, pemerintah kota juga berencana memperketat pengendalian peredaran minuman beralkohol di wilayah Bandung. Langkah komprehensif ini bertujuan untuk meminimalisir akses anak muda terhadap berbagai jenis zat adiktif yang dapat merusak masa depan mereka.

Pengawasan Lintas Lingkungan

Farhan menegaskan bahwa upaya perlindungan ini tidak hanya berhenti di area sekolah. Pemkot Bandung akan memperluas jangkauan edukasi dan pengawasan hingga ke tingkat lingkungan pemukiman masyarakat secara menyeluruh.

“Kita tidak boleh hanya terpaku pada sekolah saja. Penanganan ini harus berjalan di semua lini, mulai dari ruang kelas hingga ke lingkungan tempat tinggal warga,” pungkasnya.

Sinergi antara pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang lebih aman dan sehat bagi pertumbuhan generasi penerus di Kota Bandung.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru