spot_imgspot_img
Selasa 21 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Stok MinyakKita di Bandung Melimpah, Cek Update Harga Pangan Terbaru

BANDUNG,FOKUSjabar.id: Warga Kota Bandung dapat bernapas lega karena ketersediaan minyak goreng bersubsidi, MinyakKita, berada dalam kondisi aman di pasar-pasar tradisional. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memastikan stok tersebut mampu memenuhi kebutuhan harian masyarakat tanpa kendala pasokan.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, memimpin langsung peninjauan ke Pasar Sederhana guna memantau kelancaran distribusi. Langkah jemput bola ini bertujuan memastikan pedagang eceran tidak mempermainkan harga yang dapat merugikan konsumen.

Baca Juga: HUT ke-385, Dedi Mulyadi Ajak Bupati Bandung Tata Ulang Kawasan Resapan Air

Ronny mengonfirmasi bahwa alur distribusi dari Perum Bulog mengalir lancar ke berbagai pasar rakyat di wilayah Bandung. Kelancaran ini menjadi kunci utama terjaganya barang di rak-rak pedagang dengan harga yang tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Distribusi Digital dan Kuota Pedagang

Pemerintah kini menerapkan sistem distribusi yang lebih terorganisir dengan memanfaatkan teknologi. Para pedagang kelontong wajib melewati proses administrasi melalui aplikasi Simira untuk mendapatkan suplai resmi. Setiap minggu, Bulog mengirimkan jatah sekitar 50 dus kepada setiap pedagang yang memenuhi syarat.

“Pemerintah membuka akses pasokan ini lebar-lebar bagi siapa saja yang memenuhi kriteria. Kami juga siap membantu para pelaku usaha dalam mengurus perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) agar rantai distribusi tetap transparan,” jelas Ronny, Senin (20/4/2026).

Selain memastikan stok minyak goreng, tim Disdagin juga menyisir harga komoditas pangan lainnya. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa mayoritas harga kebutuhan dapur di Pasar Sederhana tetap stabil. Komoditas utama seperti beras, telur, daging sapi, hingga daging ayam masih berada pada label harga yang wajar.

Fluktuasi Harga Sayur-Mayur

Dinamika harga justru terlihat pada sektor hortikultura, khususnya keluarga cabai. Fenomena ini muncul akibat faktor cuaca di daerah penghasil yang memengaruhi stok harian di pasar.

Data lapangan menunjukkan harga cabai rawit merah mengalami penurunan hingga menyentuh angka Rp73.000 per kilogram. Koreksi harga juga terjadi pada bawang putih dan cabai hijau keriting yang masing-masing turun sebesar Rp2.000 dan Rp4.000 per kilogram.

Namun, beberapa jenis cabai lainnya justru mengalami sedikit kenaikan. Cabai rawit hijau merangkak naik menjadi Rp53.000, sementara cabai merah keriting menyentuh angka Rp48.000 per kilogram.

Menyikapi fluktuasi tersebut, Ronny mengimbau masyarakat agar tidak panik karena pergerakan harga masih dalam batas toleransi. Pihaknya berkomitmen meningkatkan pengawasan demi menjaga psikologi pasar dan memastikan warga Bandung tetap mendapatkan akses pangan yang terjangkau.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru