BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bupati Bandung Dadang Supriatna mempertajam arah pembangunan daerah dengan memprioritaskan penguatan fondasi desa, daya saing ekonomi, serta penanganan masalah sampah dan bencana. Komitmen ini selaras dengan tema Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, “Bandung Lebih Bedas, Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Jaman.”
Dadang menjelaskan bahwa esensi tema tersebut mewajibkan pembangunan bertumpu pada masyarakat desa sekaligus mendorong inovasi untuk menghadapi perubahan zaman. Hal itu ia sampaikan usai memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung dan Hari Kartini di Lapang Upakarti, Senin (20/4/2026).
Baca Juga: Pemkot Bandung Pastikan Pasokan Minyakita Aman, Harga Sesuai HET
Bersama Wakil Bupati Ali Syakieb, Dadang kini membidik visi besar untuk mewujudkan daerah yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas. Berbagai indikator makro telah menunjukkan tren positif, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 75,58 poin dan lonjakan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,32 persen pada tahun 2025.
Capaian Infrastruktur dan Layanan Dasar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah menuntaskan pembangunan lima RSUD Bedas di wilayah Cimaung, Kertasari, Tegalluar, Arjasari, dan Pacira guna memperluas akses kesehatan. Di sektor infrastruktur, Pemkab menargetkan kemantapan jalan meningkat menjadi 74 persen pada 2026 dari posisi 65 persen di tahun sebelumnya.
Sektor sosial juga mencatatkan progres signifikan melalui perbaikan 3.489 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sementara itu, sektor pendidikan hampir merampungkan target pembangunan 27 sekolah baru serta terus menyalurkan beasiswa BESTI bagi ratusan mahasiswa berprestasi.
Solusi Sampah dan Mitigasi Bencana
Meski banyak capaian positif, Dadang mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan besar. Saat ini, Kabupaten Bandung menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari, namun TPA hanya mampu menampung 280 ton. Untuk menutup celah tersebut, pemerintah mengoptimalkan TPST, TPS 3R, serta mengembangkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) guna mengolah sampah menjadi energi.
Terkait mitigasi bencana, pemerintah telah menebar 5,2 juta benih pohon melalui metode aeroseeding di wilayah rawan banjir dan longsor. Dadang menegaskan bahwa penanggulangan bencana memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat dan tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata.
Tata Kelola dan Budaya Lingkungan Baru
Kabupaten Bandung mempertahankan reputasi tata kelola keuangan dengan raihan opini WTP sembilan kali berturut-turut. Selain itu, capaian skor MCP KPK sebesar 94 menjadi yang tertinggi di Jawa Barat, mencerminkan transparansi pemerintahan yang kuat.
Sebagai langkah konkret menjaga kelestarian alam, Dadang mendorong masyarakat untuk mengubah pola pikir. Ia mengimbau warga agar mengganti tradisi pengiriman karangan bunga dengan bibit pohon yang lebih bermanfaat bagi ekosistem.
“Pohon memberikan manfaat nyata bagi kehidupan jangka panjang, sementara karangan bunga hanya berakhir menjadi sampah,” pungkasnya.
(Anthika Asmara)



