BANJAR,FOKUSJabar.id: Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Banjar menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-13 di Gedung Kepemudaan KNPI Kota Banjar, Kamis (16/4/2026).. Forum tertinggi di tingkat cabang ini bertujuan memperkuat sistem kaderisasi serta menjamin keberlangsungan regenerasi kepemimpinan organisasi.
Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Kota Banjar, Gun Gun Gunawan atau Gus Jawad, menegaskan bahwa regenerasi merupakan jantung organisasi yang tidak boleh berhenti. Ia berharap pemimpin baru hasil Konfercab ke-13 ini mampu membawa gerakan PMII menjadi lebih kuat dan masif dalam mencetak kader berkualitas.
Baca Juga: POSNU Kota Banjar Tuntut Transparansi Kejari dalam Kasus Tunjangan Perumahan DPRD Jilid 2
“Dinamika organisasi tetap terjaga dengan munculnya lebih dari tiga kandidat ketua. Kami menanti lahirnya kepemimpinan baru yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Gus Jawad.
Tegaskan Disiplin Waktu dan Jabatan
Gus Jawad menaruh perhatian serius pada masalah kedisiplinan organisasi. Ia mengingatkan para kader agar menaati aturan masa jabatan dan tidak membiasakan diri meminta perpanjangan waktu kepengurusan. Selain itu, ia mengkritik keras budaya keterlambatan yang sering terjadi dalam setiap kegiatan.
“Kita harus disiplin. Jika masa kepengurusan habis, segera lakukan pergantian. Begitu juga dengan waktu acara, mulailah tepat waktu dan tinggalkan budaya molor yang merugikan organisasi,” tegasnya.
Pemerintah Kota Banjar dan Kementerian Agama turut memberikan evaluasi serupa agar PMII lebih tegas dalam mengelola administrasi serta manajemen waktu kegiatan.
Soroti Rendahnya Minat Kuliah
Selain urusan internal, Gus Jawad memaparkan fakta memprihatinkan mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Banjar. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa dari 3.900 lulusan SLTA, hanya sekitar 3 hingga 5 persen siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Ia menilai mayoritas lulusan sekolah saat ini cenderung memilih langsung bekerja daripada mengejar gelar akademik. Menurutnya, PMII harus mengambil peran sebagai motor penggerak dan teladan bagi generasi muda agar memiliki semangat melanjutkan pendidikan.
“Angka ini sangat rendah dan menjadi tantangan sistemik bagi kita semua. Kader PMII harus mampu memberikan contoh nyata di tengah masyarakat agar anak-anak muda termotivasi untuk kuliah dan berkontribusi lebih luas,” pungkas Gus Jawad.
(Agus Purwadi)



