TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Gedung Green Saboga PD IGRA penuh dengan suasana hangat saat ratusan kepala sekolah dan guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Tasikmalaya menggelar silaturahmi serta halal bihalal, Senin (13/4/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi para pendidik anak usia dini untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Kementerian Agama (Kemenag).
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Tasikmalaya, Reza Setiawan, serta Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya, Agus Bukhori. Kehadiran kedua pejabat ini memberikan suntikan motivasi bagi para guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Baca Juga: Pemkot Tasikmlaya Siapkan CFD Khusus ASN untuk Hemat Energi
Asisten I Pemkot Tasikmalaya, Reza Setiawan, mengapresiasi tinggi dedikasi para guru RA yang konsisten mencerdaskan anak bangsa. Ia menilai peran guru RA sangat krusial karena mereka menanamkan nilai-nilai akhlak pertama kali pada anak usia dini.
“Pendidikan usia dini sangat menentukan karakter generasi muda. Apa yang guru RA tanamkan akan menjadi fondasi pengetahuan yang anak-anak ingat hingga dewasa. Kami sangat menghargai kontribusi bapak dan ibu semua,” ujar Reza.
Realitas Pahit Honor Rp50 Ribu per Bulan
Di balik apresiasi tersebut, Ketua PD IGRA Kota Tasikmalaya, Siti Nuryani, mengungkap kenyataan pahit mengenai kesejahteraan guru RA, khususnya di lembaga swasta. Ia membeberkan bahwa para guru rata-rata hanya menerima honor sebesar Rp600 ribu per tahun, atau jika dirinci hanya sekitar Rp50 ribu per bulan.
“Kami tetap bersyukur dapat mengabdi demi keberhasilan anak-anak, meski honor yang kami terima belum sebanding dengan beban tanggung jawab mendidik di usia emas,” ungkap Siti.
Siti pun menitipkan tiga harapan besar kepada pemerintah:
- Perhatian Kesejahteraan: Pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap pendapatan guru RA swasta.
- Hapus Kesenjangan: Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara sekolah negeri dan swasta dalam hal pembinaan, pelatihan, maupun fasilitas.
- Dukungan Beasiswa: Guru RA membutuhkan bantuan biaya untuk melanjutkan jenjang pendidikan guna meningkatkan profesionalisme.
Respon Pemerintah dan Kemenag
Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya, Agus Bukhori, mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjaga keikhlasan. Ia berharap kualitas guru yang semakin baik dapat mencetak generasi yang handal dan berkarakter islami.
Merespons keluhan terkait kesejahteraan, Reza Setiawan berjanji akan membawa masukan tersebut ke dalam forum pengambilan kebijakan Pemkot Tasikmalaya. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat layanan pendidikan dari jenjang paling dasar.
“Kami menampung semua aspirasi guru IGRA untuk diperjuangkan. Prinsipnya, pemerintah ingin semua pihak yang terlibat dalam mencerdaskan generasi bangsa mendapatkan perhatian yang layak,” tegas Reza.
Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan tausyiah dari KH. Asep Ishak, doa bersama, serta ramah tamah. Ratusan guru pulang dengan membawa harapan baru. Berharap agar pemerintah segera mengambil langkah nyata dalam meningkatkan taraf hidup para pendidik anak usia dini.
(Seda)



