TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Atmosfer politik di Kota Tasikmalaya menghangat namun tetap penuh kekeluargaan saat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) 2026. Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Cordela Suites pada Selasa (7/4/2026) malam ini bertujuan menentukan nakhoda baru untuk periode 2026–2031.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, turun langsung memantau jalannya forum untuk memberikan atensi khusus. Ia membawa pesan penting bahwa DPP memprioritaskan Tasikmalaya sebagai wilayah strategis dalam peta politik nasional.
Baca Juga: Dishub Kota Tasikmalaya Resmi Berlakukan Pembayaran Parkir Non-Tunai QRIS di Kawasan HZ Mustafa
Jazilul mengungkapkan bahwa DPC PKB Kota Tasikmalaya menyandang status sebagai “DPC Papan Atas” karena performa politik dan basis massa yang sangat kuat. “Tasikmalaya termasuk kelompok elit partai, maka Ketua Umum menugaskan saya secara khusus untuk menghadiri Muscab ini,” tegas Jazilul.
Mekanisme Musyawarah dan Enam Kandidat
Jazilul menekankan bahwa PKB tetap setia pada prinsip musyawarah mufakat demi menjaga soliditas organisasi. Ia mengingatkan seluruh kader agar mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi.
Muscab kali ini menjaring aspirasi akar rumput yang menghasilkan enam nama bakal calon ketua untuk memperebutkan mandat DPP:
- H. Wahid (Petahana)
- Heni Hendini (Sekjen DPC PKB Kota Tasikmalaya)
- Muqit Nuryadin (Kader PKB)
- Ahmad Junaedi (Anggota DPRD Kota Tasikmalaya)
- H. Endang Syam (Anggota DPRD Kota Tasikmalaya)
- H. Oleh Soleh (Anggota DPR RI)
Dari daftar tersebut, empat nama merupakan rekomendasi pusat, sementara dua nama lainnya muncul dari aspirasi kuat tingkat DPC dan PAC (Kecamatan). Nantinya, DPP PKB akan mengeluarkan keputusan final setelah melalui proses verifikasi ketat.
Etika Politik dan Soliditas Partai
Momen hangat mewarnai dinamika politik saat para kader memberikan kejutan ulang tahun kepada H. Wahid di sela-sela diskusi. Pemandangan ini membuktikan bahwa kompetisi internal di tubuh PKB Kota Tasikmalaya berlangsung secara sehat dan penuh kebersamaan.
Jazilul kembali mengingatkan bahwa PKB lahir dari rahim ulama dan pesantren, sehingga setiap kader wajib menjunjung tinggi etika politik. Ia meminta semua pihak kembali merapatkan barisan segera setelah DPP mengumumkan nakhoda terpilih.
“Keputusan pusat bersifat mutlak, semua harus kembali satu barisan begitu mandat turun,” pesan Jazilul.
Menuju Pemilu Mendatang
Muscab 2026 ini menjadi gong pembuka bagi konsolidasi mesin partai di Kota Tasikmalaya. PKB menargetkan peningkatan tren positif pada pemilu mendatang dengan memperkuat basis kultural Nahdliyin. Kini publik menanti siapa yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan untuk membawa PKB melompat lebih tinggi di Kota Tasikmalaya.
(Abdul Latif)



