PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarhara, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat menghentikan sementara pendistribusian kepada penerima manfaat Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), dan Balita (3B).
Pernyataan resmi ini menyusul adanya keluhan keterlambatan distribusi menu 3B yang sempat terlambat hingga pada malam hari.
Di dalam keterangannya, pihak SPPG Banjarhara menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Baca Juga: Sosok Kasatpolairud Pangandaran, Dedikasi Tugas di Pesisir Laut
”Untuk sementara, distribusi menu 3B ke wilayah Desa Ciparakan dan Desa Tunggilis di hentikan sampai batas waktu yang belum dapat di tentukan,” isi pernyataan tersebut yang di unggah di media sosial oleh akun @Sadi sadi.
Surat pernyataan itu juga menyatakan bahwa saat ini tengah melakukan evaluasi agar distribusi kedepan dapat berjalan dengan optimal dan tepat waktu.
Menyikapi persoalan ini, Kepala Sarjana Indonesia (SPPI) Banjarhara, Agung membenarkan bahwa penerima manfaat 3B di dua wilayah di hentikan sementara.
Menurutnya, keputusan ini sudah melalui musyawarah bersama. Di antaranya kordinator wilayah (Korwil) dan kordinator Kecamatan (Korcam) wilayah setempat.
”Mereka pun sangat memaklumi, karena medan (di kedua wilayah tersebut) susah atau terjal. Daripada ada kejadian seperti kemarin,” ujar Agung melalui sambungan telepon Selasa, (7/4/2026).
500 Lebih KPM
Agung mengatakan, dari dua wilayah yang di hentikan penyaluran sebanyak 500an penerima manfaat 3B yang terhenti. Jumlah ini nyaris menyentuh separuh dari sasaran penerima 3B SPPG Banjarhara.
Agung menyebut, salah satu alasan konkret di hentikannya lantaran akses jalan menuju lokasi terlalu jauh, serta kondisi jalan yang cukup terjal. Kondisi ini memicu keterlambatan dalam pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Bupati Pangandaran Pegang HT dan Berbaur dengan Debu, Tertibkan Parkir Terminal Eks Pasar Wisata
Sebelumnya menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga basi menggemparkan warga Desa Banjarhara. Ironisnya, paket makanan yang tidak layak konsumsi tersebut menyasar anak-anak balita sebagai penerima manfaat utama.
Kasus ini mencuat setelah akun Facebook @Sadi Sadi mengunggah foto menu MBG tersebut ke media sosial hingga viral.
Dalam unggahannya, ia meluapkan kekesalan dan mempertanyakan tanggung jawab pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarhara dalam menjaga kualitas pangan.
(Sajidin)



