spot_imgspot_img
Sabtu 4 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tak Sesuai Standar, Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Disetop

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Direktur Manajemen Risikio Pemenuhan Gizi BGN, Rufriyanto Maulana Yusuf mengatakan, ada pengawasan ketat terhadap skema insentif bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Dia, sistem tersebut menerapkan prinsip disiplin “no service, no pay.” Artinya, pembayaran hanya akan di lakukan jika layanan benar-benar tersedia.

BACA JUGA:

BGN: Pemberian MBG Sesuai Kehadiran Siswa

“Logika operasional dari mekanisme pendisiplinan ini di landasi oleh supremasi hukum tertinggi ABP. Yakni, tiada layanan, tiada pembayaran atau no service, no pay,” katanya dikutip IDN Times, Sabtu (4/4/2026).

Dia menegaskan, insentif Rp6 juta per hari dapat langsung di hentikan jika fasilitas mitra tidak memenuhi standar operasional atau tidak siap di gunakan.

Hak mitra atas dana tersebut akan otomatis gugur apabila SPPG di nyatakan gagal beroperasi karena alasan tertentu.

“Hak mitra atas insentif Rp6 juta ini akan hangus manakala fasilitas SPPG terklasifikasi dalam status gagal beroperasi atau tidak tersedia yang di sebabkan berbagai alasan,” tegas Rufriyanto.

Dia menyebut, mekanisme tersebut sengaja di terapkan sebagai alat pemaksa kepatuhan agar mitra selalu menjaga kualitas layanan dan sanitasi.

Sanksi penghentian insentif akan di lakukan seketika jika ditemukan masalah serius. Seperti, kontaminasi bakteri e.Coli pada filter air, saluran pembuangan yang mampet, kerusakan mesin pendingin yang menyebabkan daging busuk hingga ketiadaan sertifikat higienitas dari Kementerian Kesehatan.

Seluruh risiko operasional ditanggung oleh mitra

Mitra wajib disiplin menjaga fasilitas setiap hari karena seluruh risiko operasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka.

“Itu di lakukan demi menjamin keamanan pangan dan kebersihan lingkungan dalam program MBG tetap terjaga,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto: Program MBG Harus Penuhi Standar

Dia menilai, kebijakan tersebut adalah bagian dari transformasi tata kelola publik. Meski masih memerlukan penyesuaian di lapangan, kerja sama dengan SPPG memiliki nilai strategis yang besar bagi masyarakat.

Investasi jangka panjang untuk kualitas hidup generasi mendatang

BGN mengajak masyarakat untuk melihat kebijakan yang di buat sebagai upaya mengalihkan beban belanja modal menjadi investasi jangka panjang untuk kualitas hidup generasi masa depan.

“Dengan menelaah kebijakan ini secara cerdas dan melampaui sekadar retorika di permukaan, kita akan melihat bahwa instrumen ini bukan tentang keuntungan sepihak. Melainkan tentang gotong royong patriotik demi mewujudkan kedaulatan bangsa yang mandiri dan kompetitif,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru