PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Objek wisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mencatatkan sejarah positif tanpa korban jiwa (Zero Accident) sepanjang libur Lebaran 2026. Kendati demikian, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) tetap meminta para wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah pantai, terutama pada kawasan terlarang.
Petugas di lapangan masih menemukan banyak wisatawan yang nekat berenang di zona berbahaya. Padahal, pengelola telah memasang berbagai rambu peringatan dan atribut larangan berenang secara jelas di titik-titik tersebut.
Sekretaris Disparbud Pangandaran, Megi Rijua Parlumi, menjelaskan bahwa seharusnya petugas tidak perlu lagi berjaga ketat di zona terlarang jika masyarakat mematuhi rambu-rambu yang ada. Namun faktanya, banyak pengunjung yang tetap membandel dan mengabaikan peringatan keselamatan.
“Mohon maaf, tanpa bermaksud menggeneralisasi, namun mental sebagian wisatawan terkadang mengabaikan risiko meski sudah mengetahui adanya bahaya atau contoh insiden sebelumnya. Mereka sering kali memberanikan diri tanpa menghitung risiko yang akan mereka hadapi,” ujar Megi, Kamis (2/4/2026).
Prioritas Keselamatan Jiwa
Megi menekankan bahwa beraktivitas di kawasan terlarang membawa risiko sangat besar bagi keselamatan. Baginya, menjaga nyawa jauh lebih berharga daripada mencari kesenangan sesaat di lokasi yang tidak aman.
Untuk memperkuat pesan keselamatan tersebut, Megi mengusung sebuah pesan kunci sebagai pengingat bagi para pelancong.
“Saya memiliki tagar: ‘Tidak ada kesenangan yang sebanding dengan keselamatan jiwa’. Artinya, tidak ada kegembiraan apa pun yang sepadan jika harus bertaruh nyawa,” tegas Megi.
Melalui imbauan ini, Pihaknya berharap para wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Jawa Barat ini lebih memprioritaskan keselamatan diri dan keluarga. Kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci utama agar momen liburan tetap menyenangkan tanpa berakhir dengan tragedi.
(Sajidin)



