GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengatakan, tahun 2025 mengusung tema “Pemerataan Pembangunan dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Kehidupan Masyarakat untuk Mewujudkan Garut Hebat dan Berkelanjutan.”
Menurut Syakur, salah satu capaian yang menonjol adalah pada sektor tata kelola pemerintahan yang bersih dan inovatif.
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Penguatan Life Skill Generasi Muda Muhammadiyah
Hal itu Bupati Garut sampaikan dalam rapat paripurna masa sidang II tahun 2026 Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) TA 2025, Senin (30/3/2026).
Dia menyebut, rapat tersebut menjadi momen penting dalam mengevaluasi capaian pembangunan Kabupaten Garut sepanjang tahun lalu.
“Kami menerjemahkan kegiatan dalam bentuk program yang terlihat pada nilai anggarannya. Sektor tata kelola pemerintahan yang baik dengan layanan yang inklusif sebesar Rp3,56 Triliun yang terlealisasi Rp3,39 Triliun. Artinya telealisasi 95,19 persen,” katanya.
“realisasi tersebut mendapat evaluasi positif dari Wamendagri bahwa Garut di anggap memiliki keberpihakan yang cukup baik terkait dengan mewujudkan tata kolola pemerintah yang baik, bersih dan inovatif,” Bupati Garut menambahkan.
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Penguatan Ekosistem KDKMP
Bupati memaparkan sejumlah kemajuan signifikan pada indikator makro Kabupaten Garut. Meliputi:
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Berhasil mengalami perubahan status dari kategori “Sedang” menjadi “Tinggi”
2. Pertumbuhan Ekonomi
Mengalami kenaikan relatif baik sebesar 0,95 persen
3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Menurun melampaui target dari 7,33 persen menjadi 6,54 persen (turun sebesar 0,4 persen)
4. PDRB per Kapita
Mengalami kenaikan lebih dari 2 juta rupiah.
Meski begitu, Bupati menekankan perlunya upaya konkret lebih lanjut untuk meningkatkan angka dasar harga berlaku.
BACA JUGA:
Pesan Khusus Bupati Garut untuk Pegawai Puskesmas Cisompet
Meskipun angka kemiskinan turun 0,3persen pada tahun 2025 (lebih baik dari penurunan tahun sebelumnya yang hanya 0,1 persen), Bupati memberikan catatan bahwa target yang di tetapkan sebelumnya terlalu optimis.
“Penurunan kemiskinan kita mencapai 0,3 persen di tahun 2025. Secara persentase ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas Dia.
Bupati berharap, LKPJ ini dapat di kaji secara mendalam oleh DPRD untuk menghasilkan masukan yang konstruktif bagi penyelenggaraan pemerintahan.
“Kami mohon dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama membangun Kabupaten Garut. Masukan dari rekan-rekan legislatif akan menjadi bahan perbaikan kami dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan demi mempercepat kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati.
(Bambang Fouristian)



