TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem mengepung wilayah Kota Tasikmalaya selama tiga hari terakhir. Fenomena awan Cumulonimbus yang memicu badai petir serta angin kencang mendadak (downburst) melumpuhkan sejumlah infrastruktur, fasilitas publik, hingga merusak puluhan rumah warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat rentetan bencana mulai dari rumah roboh, pohon tumbang, sambaran petir, hingga banjir dan longsor. Hingga Minggu (29/3/2026) pukul 18.30 WIB, tim mencatat total 35 kejadian pohon tumbang, 8 lokasi atap rumah tersapu angin, serta 6 titik tiang listrik roboh.
Baca Juga: Sinergi Gercep Pemkot Tasikmalaya, Targetkan Kota Bersih dari Sisa Sampah Lebaran
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menegaskan bahwa personel BPBD bersama tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Tim Reaksi Cepat (TRC) memprioritaskan evakuasi pada titik-titik yang menghambat akses publik dan mengancam keselamatan warga.
Sinergi Tim Gabungan dan Siaga 24 Jam
Hanafi menjelaskan bahwa setiap laporan bencana mendapatkan respons instan dari tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Kepolisian, Dishub, Tagana, Dinsos, hingga Dinas PUTR. Petugas saat ini terus berjibaku mendata tingkat kerusakan sembari menormalisasi fasilitas vital yang terdampak.
“Kami mewajibkan seluruh personel siaga penuh selama 24 jam. Meskipun sedang libur, petugas berada dalam kondisi on call agar dapat merespons keluhan masyarakat secara cepat dan tepat,” ujar Hanafi, Minggu (29/3/2026) sore.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD terus memantau pergerakan cuaca guna meningkatkan kesiapan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana susulan. Fokus utama petugas saat ini tertuju pada penanganan rumah warga yang ambruk atau tertimpa pohon.
Nihil Korban Jiwa di Tengah Kerusakan Masif
Meskipun badai merusak banyak infrastruktur dan sarana publik, Hanafi mensyukuri tidak adanya laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam rentetan musibah ini. Hal ini menjadi catatan penting di tengah besarnya potensi risiko keselamatan nyawa akibat cuaca ekstrem.
BPBD kembali menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi hujan deras yang menyertai angin kencang. Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan karena fenomena downburst dapat merobohkan bangunan maupun pohon besar sewaktu-waktu.
Saat ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya fokus memulihkan kembali sarana-sarana vital agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dapat segera kembali normal.
(Seda)



