spot_imgspot_img
Jumat 27 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pasca-Lebaran 1447 H, Pemohon Kartu Kuning di Kota Banjar Alami Lonjakan Signifikan

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar mencatatkan kenaikan tajam jumlah pemohon kartu pencari kerja atau AK-1 (Kartu Kuning) setelah masa libur Idulfitri 1447 Hijriah. Masyarakat mulai memadati kantor dinas untuk mengurus dokumen administrasi guna melamar pekerjaan di dalam maupun luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar, Sri Hidayati, melalui Kabid Penempatan, Perluasan, dan Produktivitas Tenaga Kerja, Moh. Rizal NS Mokodompit, menyebutkan bahwa tren peningkatan ini sudah terasa sejak awal tahun. Puncaknya terjadi sesaat setelah operasional kantor kembali normal pasca-lebaran.

Baca Juga: Rumah Kosong di Langensari Banjar Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

“Kami mencatat sebanyak 94 pemohon dalam periode singkat ini. Angka tersebut sangat signifikan dan menjadi bahan evaluasi kami untuk laporan kepada pimpinan,” ujar Rizal, Jumat (27/3/2026).

Strategi Jemput Bola bagi Lulusan Baru

Merespons tingginya kebutuhan masyarakat, Disnaker Kota Banjar berkomitmen memberikan pelayanan cepat tanpa penundaan. Rizal menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan aksi proaktif pada bulan April dan Mei mendatang, khususnya menyasar para lulusan SMK.

“Kami akan menerapkan strategi jemput bola bagi lulusan SMK pada bulan depan. Kami tidak ingin masyarakat menunggu terlalu lama untuk mendapatkan surat antar kerja yang mereka butuhkan,” tambahnya.

Saat ini, warga dapat mengakses layanan kartu kuning secara gratis (Rp0) di kantor Disnaker. Bagi calon pekerja luar negeri, pemerintah juga menyediakan layanan melalui Badan Satu Atap atau DPMPTSP guna mempermudah jangkauan masyarakat.

Evaluasi dan Perlindungan Tenaga Kerja

Selain urusan administrasi, Pihaknya mewajibkan para pencari kerja memberikan laporan rutin. Langkah ini bertujuan sebagai bahan evaluasi dan panduan preventif bagi calon tenaga kerja lainnya agar terhindar dari kendala di lokasi kerja nantinya.

“Sesuai arahan Ibu Kepala Dinas, kami meminta mereka membuat laporan. Data tersebut akan kami gunakan untuk memberi arahan bagi calon tenaga kerja lain, baik yang bekerja di domestik maupun mancanegara,” jelas Rizal.

Kesaksian Calon Pekerja Migran

Salah satu pemohon, Maya, warga asal Langensari, sedang menuntaskan dokumen untuk keberangkatannya yang ketiga kali ke Taiwan. Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini mengaku telah menjalani berbagai persiapan matang, termasuk pelatihan kerja dan bahasa.

“Saya berencana kembali ke Taiwan menggunakan sistem calling visa. Penempatan saya sudah jelas karena mendapatkan rekomendasi dari rekan di sana melalui agen dan perusahaan yang telah kita tentukan,” ungkap Maya.

Pemkot Banjar berharap melalui kemudahan administrasi dan pengawasan ketat, para pencari kerja asal Kota Banjar dapat memperoleh pekerjaan yang layak dan aman di mana pun mereka bekerja.

(Budiana Martin)

spot_img

Berita Terbaru