PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Komisi III DPRD Pangandaran, Otang Tarlian, mengkritik minimnya fasilitas pendukung di terminal eks Pasar Wisata Pangandaran. Ia menilai kondisi toilet umum dan akses jalan yang buruk sangat mengganggu kenyamanan pengunjung, terutama para sopir bus yang sedang menunggu penumpang.
Otang menyoroti kondisi jalan di area terminal yang belum tersentuh aspal sehingga memicu polusi debu yang tinggi. Saat meninjau lokasi, ia merasakan langsung dampak buruk dari debu yang beterbangan di kawasan tersebut.
Baca Juga: Parkir dan Sampah Jadi Catatan Komisi lll DPRD Pangandaran
“Jalannya sangat berdebu atau ‘ngebul’. Saya merasakan sendiri polusinya, dan ini tentu menjadi bahan evaluasi kami ke depannya,” ujar Otang di Terminal Eks Pasar Wisata Pangandaran, Rabu (25/3/2026).
Pembangunan Tahap Darurat
Meski melontarkan kritik, Otang menyadari bahwa pembangunan terminal tersebut memang belum rampung sepenuhnya. Saat ini, pemerintah mengoperasikan lahan parkir tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan darurat selama musim libur Lebaran.
“Lahan parkir ini belum selesai karena masih dalam tahap pembangunan lanjutan. Kami berharap tahun depan seluruh proyek ini bisa tuntas secara maksimal,” tambahnya.
Respons Vendor dan Target Perbaikan
Menanggapi keluhan tersebut, Manager Garuda General Service (Vendor), Ade Aenul Yakin, membenarkan bahwa kondisi jalan memicu polusi debu karena belum ada pengaspalan. Namun, pihaknya berkomitmen untuk mengebut perbaikan segera setelah masa puncak libur (high season) Lebaran berakhir.
“Kami sudah mengagendakan pengaspalan di wilayah jalur tersebut setelah Lebaran. Kami akan memperbaiki kembali kondisi jalan agar lebih layak,” jelas Ade.
Rencana Pembangunan 10 Toilet Umum
Terkait keterbatasan fasilitas sanitasi, Ade mengakui bahwa saat ini pengunjung masih harus menumpang di mushola terdekat karena belum tersedia toilet umum di lokasi terminal. Sebagai solusi permanen, pihak Garuda General Service berencana membangun 10 bilik toilet yang tersebar di lima titik strategis.
“Rencananya kami akan menyediakan 10 bilik toilet dan dua bilik ruang bilas. Fasilitas ini akan tersebar di beberapa lokasi untuk memudahkan wisatawan,” ungkap Ade.
Melalui langkah perbaikan ini, pihak pengelola berharap kawasan eks Pasar Wisata dapat berfungsi optimal sebagai sentral parkir yang nyaman dan minim polusi bagi para wisatawan di masa mendatang.
(Sajidin)



