spot_imgspot_img
Selasa 24 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DLH Kota Bandung Fokus Bersihkan TPS dan Titik Sampah Liar

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) memastikan, penanganan sampah mulai berangsur normal setelah pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di buka kembali pada Senin (23/3/2026).

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, pada H+2 proses pengangkutan sampah sudah kembali berjalan. Sehingga penanganan di tingkat Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan ruas jalan mulai dapat di lakukan lebih optimal.

BACA JUGA:

DLH Kota Bandung: Penumpukan Sampah Berangsur Normal

“H+2 kemarin sebetulnya kita sudah mulai bisa mengirimkan lagi sampah ke Sarimukti. Alhamdulillah, jadi penanganan di TPS dan di rute jalan sudah mulai bisa di lakukan kembali,” kata Salman, Selasa, (24/3/2026).

Dia menjelaskan, pada Hari H Lebaran dan H+1, TPA Sarimukti tidak menerima kiriman sampah karena libur operasional. Kondisi tersebut menyebabkan pengangkutan sampah di sejumlah titik sempat tertahan.

Pada H+2, DLH Kota Bandung mengerahkan 1.025 personel yang terdiri dari 619 petugas penyapu dan 406 petugas angkutan.

Mereka di dukung 134 unit armada. Meliputi 66 truk, 7 pikap, 57 motor sampah, 2 road sweeper serta 2 alat berat.

Penanganan di fokuskan di 71 titik pantau di seluruh Kota Bandung. Terutama di kawasan dengan aktivitas tinggi seperti pusat kota, destinasi wisata, pasar dan ruas jalan utama.

Selain itu, DLH juga melakukan pemantauan aktif di 66 titik strategis. Termasuk kawasan Alun-alun, Braga, Gasibu dan Asia Afrika yang mengalami lonjakan aktivitas wisatawan.

“Secara visual memang ada peningkatan karena kunjungan wisatawan ke pusat kota cukup tinggi. Kita lihat di Asia Afrika dan Braga sampai malam masih ramai,” ucapnya.

BACA JUGA:

Bandung Siaga Sampah Lebaran, 2.266 Petugas Kebersihan Jaga 263 Titik Keramaian

Meski demikian, ia mengakui penanganan sampah pada H+2 belum sepenuhnya tuntas. Hal ini di sebabkan keterbatasan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti. Sehingga tidak semua TPS dapat langsung di bersihkan secara menyeluruh.

“Memang belum seluruh TPS itu clear. Tapi yang penting tidak meluber ke jalan, tidak mengganggu lalu lintas. Jadi kita kendalikan supaya tetap aman,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, DLH mengerahkan tim taktis berjumlah 25 personel dengan dukungan truk, pikap, motor sampah, road sweeper dan alat berat.

Tim tersebut di fokuskan pada titik-titik dengan potensi penumpukan tinggi.

Selain petugas DLH, penanganan sampah juga di perkuat oleh personel Gaslah dan Gober. Pada H+2, petugas Gaslah mulai kembali beroperasi di sejumlah wilayah meskipun belum sepenuhnya optimal.

“Beberapa kecamatan sudah mulai berjalan sesuai target pengumpulan sampah organik oleh Gaslah. Mudah-mudahan segera optimal, karena ini masih suasana Lebaran,” ungkapnya.

Selain itu, fasilitas pengolahan sampah juga mulai kembali beroperasi. TPST Babakan Siliwangi dan fasilitas pengolahan di Gedebage telah menerima input sampah, dengan Gedebage menerima hampir 8 ton sampah.

Pengolahan di TPS 3R dan TPS skala lingkungan yang di kelola kewilayahan maupun kelompok swadaya masyarakat juga mulai kembali optimal. Sehingga membantu mengurangi beban pengangkutan ke TPA.

Memasuki H+3 Idulfitri, DLH menargetkan kondisi penanganan sampah semakin normal dengan sekitar 80-85 persen personel telah kembali bekerja seperti biasa.

Fokus penanganan pun mulai bergeser pada pembersihan titik-titik pembuangan liar yang muncul selama periode Lebaran.

“Kita akan menyisir titik-titik yang tiba-tiba jadi tempat buang sampah liar. Kalau di biarkan, itu akan memicu timbulan sampah yang lebih besar,” jelas Salman.

DLH mencatat volume sampah pada malam takbiran mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton. Meningkat sekitar 2 persen di bandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, penanganan sampah dari H-1 hingga H+2 menunjukkan intensitas tinggi dengan total 263 titik pantau, 2.266 personel, dan 423 armada yang di kerahkan.

Dengan kembali normalnya pengangkutan ke TPA, dukungan Gaslah dan Gober serta optimalisasi fasilitas pengolahan, DLH optimistis kondisi kebersihan Kota Bandung akan terus membaik pascaperayaan Idulfitri.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru