TASIKMAYA, FOKUSJabar.id: Malam 21 Lailatul Qadar kaum muslim di berbagai penjuru Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) melaksanakan i’tikaf di masjid.
Salah satunya di Masjid Al Muttaqin, Komplek Perumahan Grand Mayasari Tasikmalaya, Jalan BKR Kahuripan Kecamatan Tawang.
BACA JUGA:
Berkah Ramadan, Pengusaha Camilan di Kota Tasikmalaya Banjir Pesanan
Terpantau, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan bersama istrinya, Elvira Kamarrow Putri ikut berbaur dengan warga dalam barisan majelis I’tikaf hingga menjelang sahur.
Pelaksanaan I’tikaf di buka resmi Wali Kota, Selasa (10/3/2026)malam. Selanjutnya jamaah mengikuti rangkaian kegiatan. Mulai dari pelatihan bahasa Arab, tauziah keagamaan dan tadarus bersama.
Menurut Viman Alfarizi Ramadhan, I’tikaf merupakan ibadah sunnah yang banyak di lakukan oleh kaum muslim di bulan Ramadan untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.
Salah satu keistimewaan Lailatul Qadar yakni, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karenanya, kita semua berlomba-lomba untuk mendapatkannya dengan melakukan I’tikaf di malam-malam ganjil.
“Kami melihat, sejumlah sarana ibadah masjid di Kota Tasikmalaya malam ini terlihat di penuhi para majelis I’tikaf. Semoga kita semua yang melaksanakan mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar,” kata ungkap Viman kepada FOKUSJabar.
Dia mengatakan, esensi dari I’tikaf tidak hanya untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar, tetapi mampu membangun ikatan persaudaraan yang kuat di antara sesama majelis I’tikaf.
“Saya bersama warga di sini melaksanakan I’tikaf tidak hanya berlomba untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar. Namun bisa menjadi media untuk menyatukan pemerintah bersama masyarakat Kota Tasikmalaya dalam membentuk akhlak dan mental warga yang nyantri sesuai dengan program prioritas pemerintah. Yakni, Tasik Religius,” ujarnya.
BACA JUGA:
Cara Unik Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dekatkan Pejabat dengan Masyarakat Saat Safari Ramadan
Viman mengaku, melalui majelis I’tikaf di bulan ramadan ini kita semua mampu mengupgrade kecerdasan sebagai hamba Allah guna mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
“Kita perlu meningkatkan kecerdasan emosional. Jadi kita harus mampu menahan emosi, bukan hanya menahan lapar dan dahaga.”
“Kemudian kecerdasan sosial. Bagaimana kita saling berinteraksi dengan tetangga dan lingkungan untuk saling mendorong ke hal-hal positif dan saling membantu.”
“Lalu kecerdasan finansial. Bagaimana kita menunaikan kewajiban untuk melaksanakan zakat fitrah, infak dan sedekah. Setelah itu, Insya Allah akan terbentuk kecerdasan spiritual kita semua,” pungkas Wali Kota.
(Seda)


