spot_imgspot_img
Selasa 10 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Habiskan Rp3 Miliar, Kualitas Bangunan Rumah Bekas PW Pangandaran Dipertanyakan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pembangunan rumah relokasi eks penghuni Pasar Wisata (PW) Pangandaran di duga menggunakan bahan material berkualitas rendah. Kondisi ini memicu kekhawatiran bangunan rumah tidak bisa bertahan lama.

‎Sebanyak 152 unit rumah berukuran 6×4 ini berdiri di wilayah Dusun Bengkekan, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Secara konstruksi, rumah tersebut tergolong semi permanen. Bagian bawah dinding menggunakan bata hebel dengan ketinggian sekitar setengah meter. Sedangkan bagian atas menggunakan dinding GRC dengan rangka kayu balok, dan atap berbahan baja ringan galvanis.

Baca Juga: Tebing di Sukahurip Pangandaran Longsor Timpa Rumah

‎Namun, kualitas beberapa material yang di gunakan di nilai kurang bagus. Di antaranya penggunaan kayu balok berjenis Ledig. Material bahan kayu ini di nilai tidak kuat dan mudah rapuh.

‎Kayu Ledig merupakan jenis kayu keras. Pada umumnya, kayu Ledig di gunakan untuk kebutuhan palet pabrik, namun memiliki karakteristik mudah keropos sehingga kurang ideal untuk konstruksi bangunan rumah.

‎Selain bahan kayu yang tidak berkualitas, desain rumah yang di bangun pun berbentuk kotak sederhana tanpa sekat ruang tambahan. Di tambah lagi tidak memiliki MCK di sekitar kawasan hunian.

‎Sementara, anggaran per satu unit rumah sebesar Rp20 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pangandaran tahun 2025. Jika di total, anggaran tersebut menelan kurang lebih Rp3 miliar.

‎Teknisnya, dana tersebut di berikan langsung kepada masing-masing penerima manfaat atau calon penghuni. 

‎Dalam pelaksanaannya, sebagian rumah di bangun secara mandiri oleh penerima manfaat, sementara sebagian lainnya di kerjakan secara berkelompok maupun melalui pihak ketiga.

Kualitas Kurang Baik

‎Seorang warga Pangandaran yang enggan di sebutkan namanya menyayangkan kondisi pembangunan rumah relokasi menggunakan kualitas kurang layak.

‎”Jadi membangunnya seperti asal-asalan. Ukurannya sudah kecil, kualitas materialnya juga jelek. Tidak lama juga pasti rusak,” ujarnya di lokasi Minggu, (10/3/2026).

‎Ia pun mengaku prihatin karena tidak adanya fasilitas MCK di sekitar kawasan rumah.”Idealnya kan ada MCK, supaya penghuni punya fasilitas dasar untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

‎Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Jaminan Sosial (Dayalijamsos) Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran, Rayi Pasya, mengatakan anggaran pembangunan rumah itu memang langsung di salurkan kepada para penerima manfaat.

‎”Dana sebesar Rp 20 juta itu langsung di berikan kepada penerima manfaat. Namun pelaksanaan pembangunannya ada yang di lakukan secara kelompok maupun perorangan,” ucap Rayi.

‎Namun untuk penjelasan lebih lanjut mengenai program pembangunan rumah relokasi itu, Ia menyarankan agar konfirmasi di lakukan langsung kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangandaran.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru