spot_img
Selasa 3 Februari 2026
spot_img

Forkopimda Dampingi Bupati Garut Rakornas Bersama Presiden RI

BOGOR, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahun 2026.

Rakornas pemerintah pusat dan daerah tersebut di gelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

BACA JUGA:

SPPG Cisewu II Distribusikan MBG Perdana untuk 8 Sekolah

Kegiatan strategis tersebut di buka langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam arahannya, Presiden menekankan urgensi pengentasan kemiskinan dan optimalisasi pengelolaan kekayaan alam nasional.

Bupati Garut di dampingi Danrem 062/Tarumanagara, Kolonel Inf Dadi Sutandi, Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, Dandim 0611/Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal serta Kajari Garut, Yuyum Wahyudi.

Sentilan Presiden terhadap Peran Elite

Presiden Prabowo Subianto memberikan catatan kritis bagi para pemimpin di semua tingkatan. Dia menyoroti kekayaan alam Indonesia yang melimpah namun belum dikelola secara optimal oleh unsur elite, mulai dari akademisi hingga aparat penegak hukum.

“Kita harus akui bahwa elite Indonesia masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia,” kata Presiden RI.

Presiden menegaskan, kemiskinan bukanlah kondisi yang wajar untuk diterima.

Prabowo menggugah para pemimpin untuk melakukan pembenahan diri serta menghapus sekat-sekat politik masa lalu demi kepentingan rakyat.

BACA JUGA:

FK2PMD Ingin DPRD Garut Tingkatkan Pengawasan Terhadap Kawasan LP2B

Presiden meminta seluruh kepala daerah untuk membuang sikap pesimistis dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dia mengajak seluruh elemen bangsa, tanpa memandang latar belakang partai untuk bersatu menjaga kekayaan alam.

“Mari kita bertekad menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah,” tegasnya.

Presiden menekankan, Indonesia tidak boleh menyerah sebelum bertanding. Potensi kekayaan bangsa yang besar harus menjadi modal utama untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

(Y.A. Supianto/Bambang)

spot_img

Berita Terbaru