spot_imgspot_img
Rabu 6 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rumah Lansia di Tasikmalaya Nyaris Roboh, DPRD Desak Pemkot Bertindak Cepat

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah laju pembangunan Kota Tasikmalaya, kondisi memprihatinkan masih dialami sebagian warga di pelosok wilayah. Salah satunya menimpa Mak Edah (77), seorang lansia di Kampung Cibodas, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, yang terpaksa meninggalkan rumahnya karena bangunan tersebut nyaris ambruk.

Mak Edah yang sehari-hari bertahan hidup dengan mengumpulkan barang bekas, kini tidak lagi memiliki tempat tinggal yang aman. Struktur rumah yang rapuh, dinding yang lapuk, serta atap yang miring membuat bangunan itu berisiko roboh kapan saja dan mengancam keselamatan penghuninya.

Baca Juga: IAIT Fest 2026 Tasikmalaya Jadi Wadah Dakwah Kreatif Mahasiswa di Era Digital

Kondisi darurat tersebut mendorong Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapa’at, turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari LSM Sajalur. Politisi Partai Demokrat itu mengaku tersentuh melihat langsung kondisi rumah Mak Edah yang jauh dari kata layak.

“Ini bukan lagi rumah tidak layak huni, tapi sudah menjadi ancaman keselamatan. Kondisinya sangat parah dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Anang.

Anang mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perwaskin/PUTR), untuk segera merealisasikan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Ia meminta proses penanganan cepat tanpa terjebak prosedur birokrasi yang berbelit.

Selain itu, Anang juga menyoroti peran aparatur kewilayahan. Ia meminta lurah dan camat tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi lebih aktif turun ke lapangan untuk memetakan kondisi riil warga kurang mampu.

“Jangan menunggu viral atau rumahnya roboh dulu baru bergerak. Aparat wilayah harus lebih peka dan responsif terhadap kondisi warganya,” ujarnya.

Mak Edah Sementara Mengungsi Di Rumah Kerabat

Sementara itu, Ketua RW setempat, Aep Saepudin, memastikan Mak Edah saat ini mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan. Menurutnya, risiko tertimpa reruntuhan terlalu besar jika Mak Edah tetap bertahan di rumah tersebut.

“Mak Edah ini lansia yang tangguh, sehari-hari mencari rongsok untuk bertahan hidup. Kami sangat berharap bantuan pembangunan rumah segera terwujud karena kondisinya sudah darurat,” kata Aep.

Kasus Mak Edah menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Untuk mempercepat validasi data kemiskinan dan penyaluran bantuan hunian. Kunjungan DPRD harapannya tidak berhenti sebagai agenda simbolis. Melainkan menjadi langkah nyata untuk menghadirkan keadilan sosial bagi warga yang paling membutuhkan.


(Abdul)

spot_img

Berita Terbaru