spot_img
Senin 19 Januari 2026
spot_img

Ini Sosok Florencia Lolita Wibisono Pramugari Pesawat ATR 42-500

MANADO, FOKUSJabar.id: Yanti salah satu keluarga Pramugari Pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono (Ollen) berdoa dan berharap ada mukjizat.

Di mana Florencia Lolita Wibisono hingga kini nasibnya belum di ketahui.

BACA JUGA:

Pesawat ATR 42-500 Jatuh, Menko AHY Sampaikan Duka Cita

“Kami semua berdoa. Berharap mukjizat. Kami yakin harapan itu masih ada,” ungkap Yanti di kutip tribunnews.com, Senin (19/1/2026).

Florencia Lolita Wibisono merupakan satu dari dua pramugari pesawat ATR 42-500 yang pesawatnya jatuh di Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.

Ada 10 penumpang pesawat yang berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar Sulawesi Selatan.

Menurut Dia, ‎Florencia di ketahui telah memiliki rencana untuk menikah dengan pilot di salah satu maskapai penerbangan.

‎“Kami dengar sudah ada rencana menikah. Tapi belum tahu kapan rencana tersebut,” kisah Yanti.‎

Pihak keluarga hingga kini masih menunggu perkembangan informasi resmi terkait keberadaan Ollen seiring proses pencarian yang masih berlangsung.

“Kami tetap berharap Ollen bisa segera di temukan,” ucap Yanti warga Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

BACA JUGA:

Proses Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500 Dimulai

Florencia Lolita Wibisono saat ini berusia 32 tahun. Dia anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.

Ollen memiliki ‎pengalaman 14 tahun di dunia penerbangan. Dia baru 3 bulan bertugas di ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar. Sebelumnya Pramugari Lion Air.

“Dia baru sekitar tiga bulan bekerja di pesawat ATR 42-500,” kata anggita keluarga lainnya, Ramos.

‎‎Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.

“Kurang lebih 14 tahun Ollen bekerja di Lion Air,” ungkap Ramos.

Tak hanya berpengalaman sebagai pramugari, Ollen juga di percaya menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung.

Perannya kerap dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan crew junior.

“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” Ramos menambahkan.

Hingga Senin pagi, tim SAR baru menemukan satu korban jiwa dari total 10 orang di dalam pesawat.

Evakuasi masih berlangsung di medan ekstrem, Tim SAR menerjunkan ratusan orang dibantu warga lokal

Pesawat membawa 10 orang. Termasuk 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru