spot_imgspot_img
Sabtu 28 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ada Apa KPK Datang ke Garut? Ini Penjelasan Bupati

GARUT, FOKUSJabar.id: Perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) datang ke Kabupaten Garut jelang Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).

Perwakilan KPK pun langsung memasuki Auditorium Prof. Aam Hamdani, Kampus 4 Universitas Garut (Uniga), Kecamatan Tarogong Kidul. Sementara Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin sedang berada di sana.

Ternyata, perwakilan KPK bidang Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Ahli Madya Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat. Sedang mengisi acara Sosialisasi Penguatan Integritas dan Antikorupsi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

Baca Juga: ASN Berprestasi Diusulkan Peroleh Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Bupati Garut, Abdusy SyakurAmin, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut komitmen dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini.

Dia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi dari komitmen kolektif Pemkab Garut untuk membentengi diri dari korupsi.

“Ini juga merupakan komitmen keseriusan kita bersama. Untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini di organisasi kita,” ungkap Abdusy Syakur Amin, Kamis (11/12/2025).

Ia menekankan bahwa korupsi adalah penyakit yang harus di tangani bersama. Karena dampaknya yang signifikan dalam mengurangi efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pembangunan daerah. Pemahaman yang benar mengenai definisi dan bahaya korupsi menjadi kunci utama dalam pencegahan.

Sementara, Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Ahli Madya Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Dandi Rustandi. Mengungkapkan bahwa kenapa KPK memilih Garut di tengah banyaknya permintaan dari daerah lain.

“Tapi kami memilih Garut kenapa, karena ini ya mungkin bagian dari rasa-rasanya kok kita jarang ya. Atau mungkin belum pernah hadir secara langsung dalam konteks edukasi,” jelas Dandi.

Lebih lanjut, Dandi menjelaskan bahwa KPK datang dengan empat misi utama. Yaitu berbagi Informasi tujuannya menyamakan persepsi dan pengetahuan tentang korupsi.

“Berbagi Semangat, karena KPK juga butuh banyak rekan dalam pemberantasan korupsi. Berbagi mimpi yaitu mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi,” tuturnya.

Selanjutnya, kata Dandi, berbagi peran yaitu mengajak seluruh pihak di Pemerintah Kabupaten Garut untuk aktif berperan.

“Kita berharap kita bisa sama-sama berbagi peran dalam memberantas korupsi,” ucapnya.

Ratusan Peserta dan Agenda Khusus Kepala Desa

Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Daerah Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, menjelaskan. Bahwa sosialisasi ini merupakan rangkaian peringatan Hakordia 2025 sesuai Surat Edaran Pimpinan KPK Nomor 16 Tahun 2025.

Kegiatan ini di ikuti oleh 50 peserta tatap muka yang di pilih berdasarkan analisis faktor risiko. Mencakup pejabat seperti PPTP, Camat, Kepala Bagian PBJ, Kepala Sekolah SD/SMP, Kepala Puskesmas, dan perwakilan APDESI.

Baca Juga: Polres Garut Amankan 5 Juru Parkir Liar di Pusat Kota

Selain itu, lebih dari 100 peserta mengikuti secara daring, termasuk. Seluruh Camat, Kepala SD, Kepala SMP, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Garut. Dan Inspektorat Garut juga telah menyiapkan langkah lanjutan.

“Insya Allah bulan depan kita agendakan khusus untuk kepala desa se-Kabupaten Garut. Bersama dengan direktorat pendidikan kilat anti Korupsi dari KPK,” ungkap Didit.

Didit juga merinci upaya edukasi antikorupsi yang telah di lakukan Inspektorat Garut sepanjang tahun 2025, antara lain. Edukasi di tingkat SMP (siswa, guru, dan tenaga kependidikan). Memproduksi film pendek edukasi penguatan integritas dan antikorupsi.

Dan menyelenggarakan Sosialisasi Risiko dan Penguatan Integritas (SARIPATI). Setiap hari Senin secara daring dan ber-e-sertifikat, yang setara dengan 2 JP untuk ASN.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru