BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wabah virus Corona (Covid-19) di Cina berdampak pada usaha jasa dekorasi di Indonesia. Hal itu terjadi karena sebagaian besar material dekorasi diimpor dari Cina, selain murah, material impor dari Cina pun bervariatif.
Untuk mensiasati kondisi tersebut, para pengusaha jasa dekor menggunakan produk lokal demi memenuhi pesanan, meski dari harga dan variasi cukup beda. Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (ASPEDI) Jabar Buana Oejang Soewarna di Bandung, Senin (24/2/2020).
Menurut dia, ada dampak positif bagi petani lokal dengan terhambatnya impor material dekorasi dari Cina. Kini para pengusaha jasa dekorasi mulai melirik produk lokal, seperti rotan di Cirebon, petani bunga dari Lembang, termasuk pas bunga kramik dari plered.
“Jadi saat ini kesempatan petani lokal untuk berkembang. Terlebih ini tidak hanya berdampak langsung terhadap perekonomi Cina, tetapi juga bagi pengusaha Indonesia, termasuk pengusaha jasa dekorasi,” kata Buana.
Dia mengatakan bahwa 60 persen lebih material dekor diimpor dari negeri Tiongkok. Negara itu menjadi negara penghasil material dekorasil yang menarik, variatif dan murah.
(LIN)


