CIAMIS, FOKUSJabar.co id: Beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung di Forum Pemuda Cisaga menggelar aksi ke Dinas Pemukiman Rakyat Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DPRKLH) Kabupaten Ciamis, Senin (22/7/2019) kemarin.
Forum Pemuda Cisaga menolak pembangunan lapang Desa Mekarmukti yang akan dijadikan Alun-alun Cisaga. Mereka menilai jika lapang tersebut dibangun menjadi alun-alun, para pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Cisaga akan kehilangan aset.
” Aset rekan-rekan mulai dari parkiran pedagang, untuk gelaran festival, pokoknya aset Desa Mekarmukti juga akan hilang. Dari Korsel saja Desa Mekarmukti mendapat Rp 10-20 juta per tahun,” kata Ketua Karangtaruna Desa Mekarmukti, Ari Ibro.
Selain itu, kata Ari, lapang itu juga sering dipakai untuk pengajian dan sebagai sarana olahraga bagi warga Kecamatan Cisaga. Dia menegaskan, jika lapang Desa Mekarmukti dibangun menjadi taman maka harus ada penggantinya.
” Jangan sampai tidak ada lagi ruang untuk kami pengajian, untuk olahraga, maka solusinya harus ada penggantinya,” kata Ari.
Dia mengungkapkan, ada tiga titik lahan yang bisa dijadikan lapangan diantaranya tanah bekas bengkok Desa Mekarmukti, lahan masyarakat di RT04 RW 09 Dusun Sukamenak, dan lahan di RT 05 RW 10 yang masih dipergunakan untuk bengkok desa.
” Yang penting kami warga Lecamatan Cisaga, khususnya warga Desa Mekarmukti ada ganti prasarana olahraga sepakbola, untuk pengajian, untuk gelaran acara 17 Agustusan,” katanya.
Ari juga mengatakan, penolakan pembangunan Alun-Alun Cisaga itu lantaran para pemuda yang tergabung di dalam Forum Pemuda Cisaga tidak pernah diberi tahu dalam pembahasannya.
” Meskipun ada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Mekarmukti sebagai kepanjangtanganan masyarakat, tetapi kami tidak pernah tahu ada rapat pembahasan pembangunan lapang Desa Mekarmukti menjadi Alun-Alun Cisaga,” pungkasnya.
(Ibenk/Bam’s)



