BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah merampungkan besaran uang santunan bagi ratusan kepala keluarga (KK) yang akan dibebaskan terkait proyek jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi.
Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan besaran uang santunan itu nantinya akan tercantum dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar yang akan menjadi dasar bagi Kementerian Perhubungan untuk mencairkan anggaran.
“Dasar pemberian santunan itu SK Gubernur yang sedang kita finalisasi besarannya berapa,” kata Iwa di Bandung, Senin (13/8/2018).
Dia mencatat dari kunjungan lapangan pada pekan lalu, sebanyak 549 KK sudah aepakat untuk keluar dari lahan PT KAI yang akan menjadi proyek jalur ganda.
“Besaran santunan, sampai saat ini masih dihitung. Karena kami akan mendasari hasil penghitungan tim dari lapangan,” jelas dia.
Jika dasar hukum ini bisa dieksekusi dua pekan ini, pihaknya memastikan proyek tersebut dari mulai pembebasan lahan hingga fisik bisa dituntaskan hingga akhir 2018.
Khususnya untuk fase I sepanjang 4,5 kilometer antara Cigombong-Cicurug, lalu sepanjang 3 kilometer lokasi yang sama.
“Ini masuk segmen 1 sepanjang 26,8 kilometer dengan kebutuhan lahan mencapai 220 ribu meter persegi,” paparnya.
Iwa menjelaskan bahwa jalur ganda kereta api ini penting sebagai program strategis nasional.
Proyek ini, kata dia, bukan hanya merealisasikan arahan dari Presiden RI, lebih dari itu menyediakan sarana transportasi orang dan barang di daerah Cicurug hingga Cigombong.
Kemudahan dan percepatan transportasi barang dan orang ini bisa berdampak signifikan pada peningkatan ekonomi masyarakat Cicurug dan Cigombong.
“(pembangunan proyek) ini bukan hanya karena arahan pak presiden, tapi juga bagaimana kita membantu masyarakat banyak, utamanya dalam angkutan barang dan orang,” tegas Iwa.
Senada dengan Iwa, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Heru Wisnu pun menyebut bahwa proyek jalur ganda kereta api ini akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga pada proses pembangunannya diperlukan kerjasama berbagai pihak terkait guna menjaga ketertibannya.
“Ini adalah program strategis nasional yang dibutuhkan masyarakat luas, termasuk yang di sekitar sini. Mohon bantuan semuanya dalam penertiban, karena (pembangunan fase satu) ini harus selesai di tahun ini,” kata dia.
Untuk diketahui, jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi memiliki panjang 56 KM, dengan fokus fase satu di jalur Cicurug-Cigombong sepanjang 7,5 kilometer.
Nantinya jalur ini akan menjadi salah satu solusi angkutan barang dan orang di Sukabumi dan Bogor.
(LIN)


