BANDUNG, FOKUSJabar.id : Menjelang bulan suci Ramadhan 1439 Hijrian dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan melakukan pengawasan terhadap perkembangan pasokan dan harga komoditas pangan strategis. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga pasokan dan harga komoditas pangan strategis menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Ketua KPPU Syarkawi Rauf menuturkan, ada 11 komoditas pangan strategis diantaranya beras, daging sapi, daging ayam, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, dan cabe rawit. Komoditas ini akan jadi fokus pengawasan terutama soal pasokan maupun harganya di pasaran.
“Komoditas pangan strategis ini akan kita awasi terus dan pantau perkembangan pasokan berikut harganya. Untuk itu kita imbau para pelaku usaha mulai dari importir hingga pedagang untuk tetap menjaga pasokan komoditas pangan strategis ini tetap mencukupi di pasaran sehingga harganya tidak mengalami kenaikan,” ujar Syarkawi usai acara Forum Jurnalis di Bandung, Jumat (20/4/2018) malam.
Dengan pengawasan yang dilakukan, lanjut Syarkawi, pihaknya berharap situasi pasokan dan harga komoditas pangan tersebut menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriyah bisa terjaga dan stabil. Dengan demikian, situasi harga dan pasokan pangan strategis selama Ramadhan dan Idul Fitri 1439 Hijriyah minimal bisa sama dengan kondisi saat tahun 2017.
“Berdasarkan pemantauan serta hasil monitoring yang dilakukan Bank Indonesia, situasi harga dan pasokan pangan strategis selama Ramadhan dan Idul Fitri pada tahun 2017 itu menjadi yang terbaik dibandingkan delapan tahun sebelumya. Semoga saja di tahun ini kondisinya bisa lebih baik atau paling tidak sama dengan tahun 2017,” tegasnya.
(ageng/DAR)



