CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya menegaskan, upaya mendatangkan investor ke wilayahnya butuh proses panjang.
Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) harus membangun kepercayaan sekaligus memastikan iklim usaha yang kondusif agar pelaku industri bersedia menanamkan modalnya.
BACA JUGA:
Pendidikan Politik Didorong Masuk Sekolah di Ciamis
Hal tersebut di sampaikan Bupati Ciamis dalam kegiatan Kick Off Tailor Made Training dan penandatanganan nota kesepakatan peningkatan kompetensi SDM bersama BBPVP Bandung, Senin (26/10/2026).
Pihaknya bersyukur karena upaya yang telah di lakukan untuk menarik investor mulai menunjukkan hasil. Salah satunya melalui kehadiran PT Cihaya Global Utama yang telah mempekerjakan sekitar 600 tenaga kerja.
Ia mengingat kembali upayanya beberapa tahun lalu dalam meyakinkan pemilik perusahaan agar bersedia mengembangkan usaha di Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, kehadiran perusahaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan tanpa harus pergi jauh ke luar daerah.
Bupati Ciamis menegaskan, pemda harus memberikan pelayanan yang baik kepada investor dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
Ia meminta seluruh jajaran terkait membangun budaya pelayanan yang profesional, transparan dan berorientasi pada solusi.
“Jangan sampai sesuatu yang seharusnya mudah justru di persulit. Kita harus membangun suasana yang membuat investor merasa aman dan nyaman untuk mengembangkan usahanya di Ciamis,” pesan Bupati.
Selain kemudahan berusaha, Bupati juga menyoroti persoalan aksesibilitas yang selama ini menjadi perhatian dalam pengembangan investasi di Ciamis.
BACA JUGA:
Ada Promo Buah Murah di Ciamis! Melon, Semangka, dan Mangga Dibanderol Rp10 Ribu
“Peningkatan konektivitas transportasi sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus meningkatkan daya tarik daerah bagi investor,” tuturnya.
Ia berharap, rencana pembangunan jalan tol yang mendukung konektivitas wilayah dapat memperoleh kepastian dan perhatian lebih dari pemerintah pusat.
“Sejak beberapa tahun lalu, rencana pembangunan jalan tol telah menjadi perhatian. Namun, hingga saat ini, realisasinya masih kita nantikan,” katanya.
“Informasi yang kami terima, proses pelelangan telah di lakukan beberapa kali. Namun belum berhasil karena keterbatasan minat peserta lelang,” tambah Herdiat.
Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja agar masyarakat lokal dapat mengambil peluang dari pertumbuhan industri.
“Melalui kolaborasi pemerintah, lembaga pelatihan dan dunia usaha, ia berharap semakin banyak perusahaan yang tertarik berinvestasi dan membuka lapangan kerja di Kabupaten Ciamis,” tuturnya.
Sementara Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Reni Rosyida Muthmainnah menjelaskan, program Tailor Made Training di rancang untuk mempertemukan kebutuhan kompetensi dunia usaha dengan kemampuan calon tenaga kerja.
“Melalui skema ini, pelatihan di sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan agar peserta memiliki keterampilan yang relevan dan berpeluang langsung terserap di dunia kerja,” jelasnya.
Reni berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan dan pihak industri dapat mengurangi kesenjangan kompetensi tenaga kerja.
Dengan begitu, upaya Bupati Ciamis dalam mendatangkan investor dapat di ikuti kesiapan SDM lokal untuk mengisi peluang kerja yang tersedia, sekaligus mendukung perkembangan industri di Kabupaten Ciamis.
BACA JUGA:
Latber Domba Garut di Ciamis Ramai, Lapang Sukasirna Didorong Jadi Arena Kejuaraan Besar
Direktur PT Cihaya Global Utama, Chaerudin Fadillah mengapresiasi upaya Bupati Ciamis yang sejak beberapa tahun lalu telah mendorong perusahaan untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha.
“Dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam membuka peluang tumbuhnya industri sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Ciamis,” ujar Chaerudin.
Ia mengatakan, kehadiran PT Cihaya Global Utama di Ciamis kini mulai memberikan dampak melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Saat ini, perusahaan telah mempekerjakan sekitar 600 orang dan masih berupaya mengembangkan kapasitas produksinya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” ungkapnya.
Chaerudin mengungkapkan, perusahaan masih membutuhkan banyak tenaga kerja. Bahkan kebutuhan untuk satu gedung produksi di perkirakan mencapai 1.200 orang.
“Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan calon pekerja yang memiliki keterampilan menjahit sesuai kebutuhan industri,” ucapnya.
“Karena itu, ia berharap upaya pemerintah daerah dalam menarik investor dapat terus diiringi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja dan dukungan terhadap iklim usaha,” tambah Charudin.
Dengan adanya pelatihan yang sesuai kebutuhan industri, masyarakat Ciamis diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk bekerja. Sementara perusahaan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja guna mengembangkan usahanya.
(Mia)



