BANDUNG,FOKUSJabar.id: Perum Bulog menyiapkan tambahan kuota beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak satu juta ton guna memperkuat pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat. Bulog mendistribusikan beras SPHP ini melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dengan patokan harga Rp58.000 per kemasan lima kilogram.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen instansinya untuk memenuhi seluruh kebutuhan beras SPHP bagi KDMP di wilayah Indonesia. Langkah strategis ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah. Tentunya untuk mempermudah akses masyarakat mendapatkan beras berkualitas dengan harga miring.
Baca Juga: Osteoporosis Bisa Terjadi Tanpa Gejala, Perempuan Usia 50 Tahun ke Atas Perlu Waspada
“Berapapun pesanan dari Agrinas Pangan, akan kami penuhi dan salurkan,” kata Ahmad Rizal saat meninjau KDMP Babakan Ciparay, Kota Bandung, Sabtu (24/10/2026).
Rizal menyebut, pemerintah telah menyetujui tambahan kuota SPHP sebesar satu juta ton untuk periode September 2026 hingga Maret 2027. Penambahan ini bertindak sebagai langkah antisipasi untuk menjamin ketersediaan bahan pangan masyarakat.
Saat ini, Bulog menguasai cadangan beras medium sebesar 4,556 juta ton. Cadangan melimpah ini menjadi benteng utama dalam memenuhi permintaan distribusi nasional, termasuk penyaluran beras SPHP lewat jalur koperasi.
Penyaluran Beras SPHP Capai 82,5 Persen Secara Nasional
Rizal memaparkan, proses distribusi beras SPHP ke KDMP di berbagai wilayah berjalan sangat lancar. Hingga Jumat (23/10/2026), Bulog berhasil memasok beras ke 1.118 titik dari total 1.355 KDMP pemesan, atau menyentuh angka 82,51 persen.
Di Jawa Timur, penyaluran telah menjangkau 534 dari 574 KDMP (93,03 persen). Sementara itu, Jawa Tengah mencatatkan penyaluran ke 371 dari 411 KDMP. Untuk wilayah DI Yogyakarta, distribusi menembus 144 dari 169 KDMP.
Di Jawa Barat sendiri, beras SPHP telah menyapa 129 dari 147 KDMP, sedangkan wilayah DKI Jakarta dan Banten mencatat pengiriman ke 14 dari 19 KDMP.
Penyaluran luar Pulau Jawa juga terus terakselerasi. Bulog memasok beras ke 15 dari 20 KDMP (75 persen) di Lampung, serta 11 dari 15 KDMP (73,33 persen) di Sumatera Selatan.
Bulog kini memproses pengiriman ke sekitar 200 titik sisa. Pihaknya menargetkan seluruh pesanan tersebut rampung pada awal pekan depan.
Tinjau KDMP Babakan Ciparay Bandung dan Potensi Ekonomi Baru
Dalam kunjungannya ke Bandung, Rizal mengecek langsung kesiapan operasional KDMP Babakan Ciparay yang menjadi satu-satunya KDMP beroperasi di Kota Bandung saat ini. Koperasi tersebut telah mengantongi pasokan beras SPHP sebanyak 500 kilogram sejak 21 Oktober 2026 berdasarkan purchase order (PO) Agrinas Pangan.
“Alhamdulillah, siang ini kami sempatkan memeriksa kesiapan KDMP, khususnya dukungan Bulog dalam menyiapkan beras SPHP di seluruh KDMP di Tanah Air. Kebetulan ada kegiatan di Bandung, jadi sebelum kembali ke Jakarta, kami mampir mengecek ketersediaan beras SPHP di KDMP Babakan Ciparay,” katanya.
Rizal menjamin beras SPHP kemasan lima kilogram seharga Rp58.000 ini memiliki mutu terjamin, higienis, bersih, utuh, serta bebas dari hama. Ke depan, Bulog bakal memperbarui kemasan produk ini dengan nama Beras Kita Medium SPHP.
Selain sebagai garda depan penyaluran beras murah, Rizal menilai KDMP berpotensi menjelma sebagai pusat gravitasi ekonomi baru di daerah, khususnya jika berlokasi dekat pasar tradisional. Koperasi dapat memperluas distribusi barang kebutuhan lain seperti elpiji bersubsidi, pupuk, hingga bahan pokok harian.
Rizal memuji lokasi KDMP Babakan Ciparay yang tergolong strategis di pinggir jalan utama dan menempel dengan area pasar. Ruangan berpendingin yang nyaman serta kehadiran unit simpan pinjam diyakini mampu menarik pengunjung serta memperkuat aktivitas perdagangan warga.
“Menurut saya, penempatan ini sangat ideal. Potensinya besar, tinggal ditingkatkan promosinya agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.
Bulog berharap sinergi penyaluran beras SPHP melalui koperasi ini dapat berlangsung secara konsisten demi menjaga daya beli masyarakat di seluruh pelosok negeri.
(Yusuf Mugni)



