MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Petani di Kabupaten Majalengka masih menyimpan keraguan untuk membudidayakan bawang putih. Ketiadaan pengalaman, masa panen yang mencapai empat bulan, serta kepastian pasar menjadi alasan utama petani belum melirik komoditas ini.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI bersama Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka menggulirkan program pengembangan bawang putih di lahan seluas 11 hektare.
Baca Juga: Salah Tuduh Berujung Pembacokan di Jatiwangi Majalengka, Lima Terduga Pelaku Ditangkap
Program ini mengambil lokasi di dua wilayah, yakni Desa Kancana Kecamatan Cikijing seluas 9 hektare, serta Desa Nunuk Kecamatan Maja seluas 2 hektare.
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman melalui Kepala Bidang Hortikultura Rahmat Subagja menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan berupa benih dan sarana produksi pertanian langsung kepada kelompok tani.
Petani Lebih Nyaman Menanam Bawang Merah
Rahmat menjelaskan bahwa mayoritas petani lokal saat ini lebih memilih menanam bawang merah. Selain sudah terbiasa mengolah tanah untuk bawang merah, petani juga menikmati kepastian pasar yang lebih menjanjikan.
“Masih ragu dan kemudian mereka melihat pengalaman bawang putih itu cukup lama waktunya, sampai 4 bulanan untuk sampai panen,” kata Rahmat, Sabtu (10/10/2026).
Saat ini, petani di Desa Kancana menjalankan uji coba penanaman menggunakan varietas baru. Sementara itu, petani Desa Nunuk sudah lebih dahulu menanam bawang putih menggunakan varietas lokal.
“Untuk target panennya belum ya, kami belum bisa memastikan,” ujar Rahmat menambahkan.
Target Hasil Panen dan Penyerapan Benih
Pemerintah tidak memplot seluruh hasil panen mendatang untuk konsumsi masyarakat. Jajaran DKP3 mengalokasikan sekitar 30 persen hasil panen sebagai benih penanaman periode berikutnya. Ditjen Hortikultura juga menyiapkan offtaker atau pembeli siaga yang siap menyerap hasil panen tersebut.
“30% itu bisa diorientasikan untuk benih,” katanya.
DKP3 Majalengka sengaja belum menetapkan target perluasan lahan tanam. Pihaknya ingin mengevaluasi keberhasilan budidaya di dua lokasi uji coba tersebut sebelum mengusulkan penambahan luas lahan ke Kementerian Pertanian.
Tanaman bawang putih sendiri membutuhkan lahan dataran tinggi dengan ketinggian minimal 1.000 meter di atas permukaan laut (MDPL). Wilayah Majalengka bagian selatan menyimpan potensi besar untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut.
(Jilly Ortega)



