TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Feby Surya Abdul Bashit, S.Pd., Gr., guru Bahasa Indonesia SMKN Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, membuktikan kualitasnya. Keterbatasan geografis wilayah perbatasan selatan Jawa Barat tidak menghalangi dirinya untuk meraih prestasi tinggi.
Inovasi terpadunya yang bernama TERPANA mengantarkan Feby masuk ke dalam jajaran 10 Besar ASN Berprestasi Jawa Barat 2026 kategori PPPK. Terobosan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa sekolah kejuruan di daerah pelosok minim literasi.
Baca Juga: KPPN Tasikmalaya Ungkap Realisasi APBN Rp6,6 Triliun untuk Priangan Timur
Patahkan Stigma Minim Literasi di Sekolah Kejuruan
Masyarakat sering menganggap sekolah kejuruan hanya mencetak tenaga teknis. Akibatnya, aspek psikologis, berpikir kritis, dan kemampuan literasi siswa sering terabaikan.
Akses perpustakaan yang terbatas serta distraksi gawai sempat menurunkan minat baca siswa di Tasikmalaya Selatan (Tasela). Kondisi ini bahkan memicu rasa kurang percaya diri pada anak didik. Feby bergerak cepat menciptakan perubahan lewat jalur literasi dan seni.
Mengenal Konsep Gerakan TERPANA
Inovasi TERPANA (Teras, Panggung, dan Pena) meruntuhkan sekat formalitas dalam proses belajar. Gerakan ini mengusung tiga pilar utama:
- Teras Literasi: Membiasakan siswa membaca buku di selasar sekolah sebelum jam pelajaran kelas XII.
- Panggung Seni: Mengasah vokal, gestur, dan kepekaan rasa siswa berdasarkan nilai kearifan lokal Sunda Gapura Panca Waluya.
- Pena Aksara: Menampung karya tulis siswa hingga menerbitkan buku antologi ber-ISBN dan publikasi digital.
Melahirkan Talenta Berprestasi hingga Kancah Internasional
Feby merintis perjalanan ini sejak tahun 2017 melalui ekstrakurikuler Teater Bakal. Usahanya melahirkan banyak siswa berprestasi tingkat daerah hingga internasional.
Siswa bernama Nur Rahma sukses menjadi delegasi Indonesia dalam forum internasional di Kolombo, Sri Lanka. Siswa lain, Yesi, meraih juara menulis dongeng Sasakala Lembur, sedangkan Kesa Herania menjadi finalis cerpen tingkat provinsi.
Feby bersama para siswa juga menerbitkan buku antologi puisi Ungkapan yang Meracau melalui penerbit Langgam Pustaka. Deretan nama siswa lain seperti Nisa, Chelse, Nita, dan Dina turut memperpanjang daftar prestasi seni tersebut.
Komitmen Nyata Mewujudkan Jawa Barat Istimewa
Konsistensi Feby dalam memberi dampak nyata berhasil menyisihkan ratusan peserta dari seluruh wilayah Jawa Barat. Inovasi TERPANA terbukti membangun mentalitas juara dan rasa percaya diri siswa SMK di daerah.
“Menjadi abdi negara di perbatasan bukanlah tentang mengeluhkan keterbatasan sarana, melainkan kerelaan melangkah lebih jauh untuk membuktikan bahwa dari sudut selatan Tasikmalaya, literasi dan karakter dapat terus menyala demi terwujudnya Jawa Barat Istimewa,” kata Feby penuh semangat.
(Abdul Latif)



