BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sebanyak 836.258 jiwa di 21 provinsi di Indonesia menerima manfaat dari berbagai program sosial Rumah Yatim sepanjang 2025.
Program tersebut mencakup bidang kemanusiaan, pendidikan, dakwah, kesehatan hingga ekonomi.
BACA JUGA:
Potong Pohon Tanpa Izin di Jalan Riau Bandung, Kontraktor Didenda Rp10 Juta dan Videotron Disegel
Dari total penerima manfaat tersebut, program kemanusiaan menjadi yang terbesar dengan menjangkau 641.134 jiwa. Selanjutnya, bidang pendidikan sebanyak 114.805 jiwa, dakwah 61.681 jiwa, kesehatan 15.046 jiwa dan ekonomi sebanyak 3.592 jiwa.
Direktur Marketing dan Komunikasi Rumah Yatim, Sani Ramdani mengatakan, capaian tersebut bukan sekadar angka. Tetapi mencerminkan manfaat yang di terima masyarakat melalui berbagai program yang di jalankan.
“Bagi kami, setiap penerima manfaat memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, capaian 836 ribu lebih penerima manfaat sepanjang 2025 bukan hanya tentang angka. Tetapi tentang bagaimana amanah masyarakat dapat di terjemahkan menjadi manfaat yang benar-benar di rasakan oleh mereka yang membutuhkan,” kata Sani Ramdani, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan berbagai program Rumah Yatim. Karena itu, prinsip transparansi dan akuntabilitas terus di jaga dalam pelaksanaan setiap program.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga. Kami terus berupaya memastikan setiap program di laksanakan secara profesional, tepat sasaran dan memberikan dampak yang berkelanjutan.”
“Kami juga ingin agar manfaat yang di berikan tidak berhenti pada bantuan sesaat. Tetapi dapat menjadi bagian dari proses meningkatkan kualitas kehidupan penerima manfaat,” ucapnya.
BACA JUGA:
JPO SMKN 7 Bandung Dibangun Tahun Ini, Penataan Jalan Soekarno-Hatta Dimulai Oktober
Berdasarkan kelompok asnaf, penerima manfaat Rumah Yatim sepanjang 2025 di dominasi masyarakat miskin sebanyak 682.637 jiwa. Kemudian kelompok fakir sebanyak 96.564 jiwa dan fisabilillah sebanyak 56.342 jiwa.
Selain itu, program Rumah Yatim juga menyasar kelompok amil, mualaf, ibnu sabil dan gharimin.
Dari sisi wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penerima manfaat terbanyak. Yakni 225.227 jiwa.
Selanjutnya DKI Jakarta sebanyak 152.708 jiwa, Banten 110.583 jiwa, Sumatera Utara 70.142 jiwa, dan DI Yogyakarta sebanyak 52.541 jiwa.
Sebaran tersebut menunjukkan upaya Rumah Yatim dalam memperluas akses pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami menyadari masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Ke depan, Rumah Yatim akan terus memperkuat program yang sudah berjalan sekaligus memperluas jangkauan manfaat. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat. Khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi dan dakwah,” ungkap Sani.
Melalui Laporan Rumah Yatim Tahun 2025, lembaga tersebut menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah, transparansi, akuntabilitas dan keberlanjutan program dalam menghadirkan manfaat bagi yatim, dhuafa serta masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.
(Yusuf Mugni)



