CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Ciamis kian meluas. Jumlah wilayah yang melapor mengalami krisis air kini bertambah dari 15 kecamatan menjadi 17 kecamatan.
“Di wilayah yang terdampak warga masyarakat cukup kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan mereka sehari harinya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani, Minggu (30/8/2026).
Baca Juga: Warga Pasirpeuteuy Ciamis Tumpah Ruah, Jalan Sehat hingga Tabligh Akbar Meriahkan HUT RI
Ani menyebutkan bahwa 17 kecamatan tersebut mencakup 31 desa yang kini mengalami krisis air bersih cukup parah. Terlebih warga di puluhan desa tersebut memerlukan pasokan air secara berkala untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.
“Di sejumlah wilayah yang krisis air bersih sangat memerlukan droping air,” ucapnya.
Untuk meringankan beban warga, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui BPBD menggandeng berbagai pihak untuk mendistribusikan pasokan air bersih secara langsung ke titik-titik krisis.
Ratusan Tangki Air Layani Belasan Ribu Jiwa
BPBD Ciamis mencatat penyaluran bantuan air bersih sudah berlangsung ke berbagai titik krisis.
“Jumlah total air bersih yang telah tersalurkan untuk warga yang terdampak kekeringan sudah mencapai 766.000 leter yang diangkut 157 tangki,” jelasnya.
Bantuan air bersih ini berhasil menjangkau 14.847 jiwa di 17 kecamatan se-Kabupaten Ciamis untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka sehari-hari.
(Husen Maharaja)



