PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) menginisiasi program revitalisasi Goa Ciperengut di Desa Masawah Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar).
Goa Ciperengut yang selama ini kurang terawat itu ternyata menyimpan nilai sejarah penting bagi masyarakat setempat.
BACA JUGA:
Partai Demokrat Tancap Gas di Pangandaran, Ini Targetnya
Program ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Unigal yang berlangsung di Desa Masawah.
Wakil Koordinasi Desa KKN Masawah, Hani Nuraeni mengatakan, program revitalisasi berawal dari hasil observasi mahasiswa terhadap potensi desa.
”Program ini berawal dari hasil observasi kami terhadap potensi yang ada di Desa Masawah. Kami menemukan Goa Ciperengut sebagai salah satu warisan alam yang memiliki potensi untuk di kembangkan. Tetapi pada saat itu kondisinya masih kurang terawat dan akses menuju lokasi juga cukup sulit,” kata Hani.
Selain keindahan alam, Goa Ciperengut juga menyimpan cerita sejarah. Berdasarkan penuturan warga, goa ini pernah menjadi tempat berlindung dan tempat menyimpan padi serta hasil pertanian agar tidak di jarah pada masa konflik dan ancaman gerombolan DI/TII.
”Jadi, goa ini bukan hanya memiliki nilai dari sisi alam. Tetapi juga memiliki cerita sejarah yang penting untuk di kenalkan dan di jaga,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif melakukan revitalisasi. Kegiatannya meliputi pembersihan jalur menuju goa, penataan kawasan sekitar serta membuat aksesnya lebih mudah untuk di kunjungi.
”Dalam prosesnya tentu terdapat beberapa hambatan. Terutama kondisi jalan menuju lokasi yang rusak dan jalur menuju goa yang masih di penuhi ranting serta tumbuhan liar,” jelas Hani.
Hani berharap, revitalisasi ini menjadi langkah awal pengembangan Goa Ciperengut sebagai destinasi wisata desa.
”Melalui kegiatan ini, kami berharap Goa Ciperengut dapat kembali di perhatikan dan di rawat. Sehingga potensinya sebagai destinasi wisata desa dapat di kembangkan,” kata Hani.
BACA JUGA:
Partai Demokrat Gelar ‘Langit Biru’ di Pangandaran
Lebih dari itu, ia ingin masyarakat menyadari bahwa Goa Ciperengut adalah bagian dari warisan alam dan sejarah Desa Masawah yang perlu di jaga bersama.
”Harapan kami, revitalisasi yang di lakukan selama KKN ini bukan menjadi akhir. Tetapi menjadi langkah awal agar Goa Ciperengut dapat terus di rawat, di kembangkan dan di kenal oleh masyarakat luas tanpa menghilangkan nilai sejarah serta kelestarian alamnya,” pungkas Dia.
Pemerintah Desa Masawah menyambut baik inisiatif mahasiswa. Ke depan, pengelolaan Goa Ciperengut di harapkan dapat di sinergikan dengan program desa wisata di Kecamatan Cimerak.
Revitalisasi goa peninggalan sejarah merupakan langkah strategis untuk melestarikan warisan budaya, meningkatkan nilai edukasi dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan penataan yang tepat, goa tidak hanya terjaga kelestariannya. Tetapi juga menjadi destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah yang membanggakan.
(sajidin)



