PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU 34.46313 di Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran mengalami kebakaran pada Jumat (21/8/2026) kemarin sekitar pukul 17.40 WIB.
Peristiwa itu sempat membuat panik warga dan pengendara yang berada di sekitar lokasi. Kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi, disusul kobaran api di salah satu jalur pengisian BBM.
Berdasarkan keterangan pegawai SPBU, kebakaran diduga bermula setelah seorang pengendara selesai mengisi BBM menggunakan galon air mineral.
Baca Juga: Disparbud Pangandaran Siapkan Jurus Khusus Sedot Kembali Turis Asing
Saat sepeda motor hendak dinyalakan, diduga terjadi korsleting yang memicu api. Api kemudian menyambar bahan bakar hingga menyebabkan kebakaran di area pengisian.
Kondisi sepeda motor matik yang terbakar nyaris ludes dilalap api. Dari foto yang beredar, bagian bodi motor sudah hangus. Kendaraan itu hanya menyisakan rangka, roda, serta bagian mesin belakang yang gosong.
Terlihat juga bekas pikulan yang digunakan untuk menyeret sepeda motor itu menjauh dari area mesin pengisian BBM. Tak lama setelah kejadian, motor yang terbakar sudah tidak berada di lokasi SPBU.
”Enggak lama setelah kejadian, motor yang ikut terbakar sudah tidak ada di lokasi kejadian,” kata Tasimin, warga Babakan, Kecamatan Pangandaran.
Pasca insiden, operasional SPBU dihentikan sementara. Penghentian itu membuat sejumlah konsumen yang hendak mengisi BBM, baik pengendara motor maupun mobil, terpaksa memutar balik.
Pihak pengelola SPBU bersama Pertamina saat ini masih melakukan evaluasi menyeluruh. Terutama terkait penerapan prosedur operasional standar SOP dalam pengisian BBM menggunakan wadah selain tangki kendaraan, seperti galon.
Keteledoran Penerapan SOP
Koordinator SPBU Babakan, Toto mengakui adanya keteledoran dalam penerapan SOP pengisian BBM menggunakan galon saat insiden terjadi.
”Memang ada keteledoran dalam SOP. Di lapangan ini kan faktor manusianya juga ada,” ujar Toto kepada wartawan di SPBU Babakan, Sabtu (22/8/2026).
Untuk mengantisipasi kejadian lanjutan dan mendukung proses penyelidikan, jajaran kepolisian memasang garis polisi atau police line di area pulau pompa nomor 4.
Baca Juga: Polres Pangandaran Amanakan Terduga Pelaku KDRT
Area itu merupakan titik terjadinya insiden kebakaran yang diduga dipicu korsleting pada sepeda motor saat mengisi BBM menggunakan galon.
Pemasangan police line membuat area lokasi kejadian untuk sementara tidak dapat digunakan sebelum proses pemeriksaan dan evaluasi selesai.
Pihak pengelola SPBU bersama Pertamina juga masih melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan dan prosedur pelayanan sebelum operasional kembali dibuka.
(Sajidin)



