ZURICH, FOKUSJabar.id: Federation Internationale de Football Association (FIFA) memberikan sanksi untuk pemain dan ofisial Timnas Argentina imbas dari keributan seusai pertandingan final Piala Dunia 2026 menghadapi Spanyol, Juli lalu.
Mengutip republika.co.id, FIFA memberikan sanksi berupa larangan bermain dan denda kepada pemain Argentina. Yakni, Leandro Paredes, Nahuel Molina, Thiago Almada serta Pablo Martin Paez Gavira.
BACA JUGA:
Piala Dunia 2026: Argentina Singkirkan Inggris dan Tantang Spanyol di Final
Paredes di hukum larangan bermain 10 pertandingan dengan denda 90.000 dolar AS, Molina larangan bermain tujuh laga di tambah denda 90.000 dolar AS.
Almada larangan bermain satu pertandingan dengan denda 30.000 dolar AS dan Gavira mendapatkan satu pertandingan larangan bermain dengan denda 30.000 dolar AS.
Sementara itu, asisten pelatih Timnas Argentina, Roberto Ayala juga mendapatkan sanksi larangan mendampingi tim dan denda dari FIFA sebesar 30.000 dolar AS.
Sesuai dengan Pasal 69 ayat 2 huruf a) dan ayat 3 FDC (Kode Disiplin FIFA), sanksi larangan bertanding tersebut berlaku untuk pertandingan-pertandingan berikutnya yang di jalani oleh tim perwakilan yang bersangkutan.
BACA JUGA:
Citra Pitriyami Dukung Argentina, Yuk Nobar Piala Dunia 2026 di Alun-alun Parigi
FIFA juga memberikan denda kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sebesar 321.000 dolar AS atau sekira Rp5,6 miliar karena melakukan pelanggaran terhadap beberapa pasal selama gelaran Piala Dunia 2026.
AFA terbukti melakukan pelanggaran Pasal 13 ayat 2 c (Penggunaan acara olahraga untuk demonstrasi yang bersifat non-olahraga), Pasal 14 ayat 5 (Pelanggaran disiplin tim).
Selanjutnya Pasal 15 (Diskriminasi dan pelecehan rasis) terkait nyanyian dan gestur diskriminatif oleh pendukungnya serta Pasal 17 (Ketertiban dan keamanan pertandingan) dari FDC.
BACA JUGA:
Argentina jadi Tim Favorit Kepala Dispora Garut di Piala Dunia
Akibat pelanggaran terkait Pasal 15 FDC, AFA di perintahkan untuk memainkan dua pertandingan kandang berikutnya dengan jumlah penonton terbatas (50 persen).
Komite Disiplin FIFA selanjutnya menetapkan bahwa 100.000 dolar AS dari total denda 321.000 harus di investasikan dalam rencana untuk memerangi diskriminasi dan pelaksanaan sebagian sanksi (satu dari dua pertandingan dan denda sebesar 100.000) di tangguhkan, dengan berlakunya masa percobaan.
Selanjutnya para pihak telah di beritahu mengenai ketentuan dalam keputusan Komite Disiplin FIFA dan di berikan waktu sepuluh hari untuk mengajukan permintaan atas keputusan yang di sertai alasan hukum.
(Bambang Fouristian)



