TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) gelar kegiatan silaturahmi sekaligus pendataan dan penguatan kelembagaan di Ponpes Al Istiqomah, Kecamatan Kawalu, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah berkumpulnya para ulama serta pimpinan pondok pesantren se-Kota Tasikmalaya untuk mempererat ukhuwah Islamiyyah sekaligus membahas langkah strategis dalam memajukan dunia pendidikan keagamaan.
BACA JUGA:
PPBRI Korwil Bandung Deklarasikan Dukungan untuk H. Soeherman Prawiro sebagai Caketum 2026–2030
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara mengapresiasi peran besar para ulama serta pengasuh pesantren yang selama ini turut membentuk karakter masyarakat yang religius dan berakhlak.
“Saya sangat mengapresiasi peran para kiai, ulama, para ajengan yang terus mendidik anak-anak dan membina umat. Tanpa peran strategis Pondok pesantren, sulit membayangkan Tasikmalaya bisa menjadi kota yang religius seperti sekarang,” ungkap Dicky Candra.
Dia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka. Baik di internal lembaga pesantren maupun dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang baik akan mempermudah sinergi program antara pesantren dan pemerintah serta lapisan masyarakat.
“Komunikasi yang baik antara pondok pesantren dan pemerintah sangat penting. Dengan begitu, program pembangunan berjalan lancar, nilai-nilai moderasi beragama semakin kuat demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif,” kata Dicky Candra.
Dia juga menyambut baik forum pesantren yang secara rutin melakukan pertemuan untuk membangun kebersamaan dalam menghasilkan sesuatu bagi kebaikan umat.
“Pemerintahan tidak bisa jalan sendiri. Karenanya kami butuh dukungan, dorongan serta sinergi para ulama dan Pondok Pesantren dalam menjaga Tasikmalaya agar tetap aman, nyaman dan selalu di berkahi Allah SWT,” katanya.
Ketua FPP Kota Tasikmalaya, Nono Nurul Hidayat menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin. Tujuannya untuk memperkokoh tali silaturahmi, pendataan kelembagaan serta penguatan manajemen pondok pesantren.
BACA JUGA:
Lola Nelria Oktavia dan Bank bjb Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan Yamuti Tasikmalaya
“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi. Kehadiran Pak Wakil Wali menunjukkan sinergitas yang baik antara ulama dan umaro dalam membangun Kota Tasikmalaya,” ungkap Nono.
Dia mengumpamakan, hubungan antara ulama dan pemerintah seperti dalam sebuah keluarga.
“Ulama itu ibarat ibu, umaro bapaknya dan masyarakat anak-anaknya. Kalau ibu dan bapak kompak dan solid, insyaallah anak-anaknya akan tumbuh baik dan bahagia. Begitu juga kota kita, kalau ulama dan pemerintah berjalan beriringan, dampaknya pasti positif untuk kemajuan Tasikmalaya,” paparnya.
Nono juga mengingatkan para pimpinan pesantren untuk terus menjaga marwah dan dedikasinya sebagai ulama. Menjadi teladan dalam sikap, ucapan dan tindakan di tengah kehidupan masyarakat.
“Para ulama sebagai contoh dan panutan. Masyarakat melihat kita. Maka mari kita jaga akhlak, jaga nama baik pesantren dan terus memberikan contoh yang baik bagi umat,” pesannya.
Selain silaturahmi, agenda utama forum kali ini adalah pendataan ponpes. Data tersebut akan di gunakan untuk pemetaan kebutuhan, penguatan kapasitas lembaga hingga akses program bantuan dari pemerintah.
Dengan jumlah pondok pesantren yang terus bertumbuh di Kota Tasikmalaya, forum berharap ke depan ada program yang lebih terarah. Mulai dari peningkatan SDM guru, sarana prasarana hingga penguatan ekonomi pondok pesantren agar semakin kuat dan mandiri.
(Seda)



