spot_imgspot_img
Minggu 19 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Konsolidasi PDI Perjuangan di Tasikmalaya, Ade Sugianto Tekankan Politik Kerakyatan di Tengah Tantangan Nasional

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, PDI Perjuangan terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga akar rumput.

Langkah tersebut ditunjukkan melalui pelantikan badan dan sayap partai serta pengukuhan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpin langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Ade Sugianto, di Gedung Syahdika Grand Hall, Kota Tasikmalaya, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: Jalur Dua Cilembang Mendadak Bergemuruh, 500 Pembalap Adu Cepat di Drag Bike Tasikmalaya 2026

Kegiatan yang dihadiri ratusan kader dari 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya itu, menjadi momentum penting untuk mempertegas arah perjuangan partai yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

Konsolidasi internal menjadi fondasi agar seluruh struktur partai memiliki kesamaan langkah dalam menghadapi dinamika politik nasional maupun persoalan yang berkembang di daerah.

Ade Sugianto menegaskan, penguatan organisasi bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif partai, melainkan memastikan seluruh kader mampu bekerja nyata di tengah masyarakat.

“Kekuatan partai bukan hanya terukur dari lengkapnya struktur organisasi, tetapi dari sejauh mana kader hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Pengurus yang baru harus menjadi garda terdepan dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” katanya.

Tantangan Ekonomi dan Sosial

Ade menilai kondisi nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial membutuhkan kehadiran partai politik yang mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan kebijakan publik. Karena itu, kader di semua tingkatan harus lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang warga hadapi.

Ia menegaskan, yang masih menjadi perhatian utama harus tetap memperjuangkan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan hak dasar masyarakat sekaligus menjadi pondasi pembangunan sumber daya manusia.

“Partai harus hadir sebagai penyambung kesulitan rakyat. Kita harus memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan dan pendidikan yang semakin mudah, berkualitas, dan merata,” ujarnya.

Ade juga mengingatkan bahwa perjuangan politik tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan elektoral. Tetapi harus terwujud melalui kerja nyata yang masyarakat rasakan.

“Semangat gotong royong dan keberpihakan kepada masyarakat kecil harus terus menjadi napas perjuangan setiap kader. Politik harus menjadi jalan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat, bukan hanya untuk golongan tertentu,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya melantik sejumlah badan partai. Yakni Satuan Tugas (Satgas), Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR), Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN), serta Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).

BMI sebagai Sayap Kemajuan Partai

Selain itu, Banteng Muda Indonesia (BMI) sebagai sayap kepemudaan partai juga dikukuhkan. Tentunya untuk memperkuat regenerasi kader sekaligus memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam aktivitas sosial dan politik.

Pengukuhan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Tasikmalaya menjadi bagian dari strategi memperkuat mesin organisasi hingga tingkat kecamatan. Struktur tersebut harapannya mampu menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat, pendidikan politik, serta penguatan ideologi partai.

Suasana pelantikan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Ratusan kader menyatakan komitmennya untuk menjaga disiplin organisasi dan memperkuat soliditas internal. Kemudian terus bergerak bersama rakyat sebagai implementasi politik kerakyatan yang menjadi identitas PDI Perjuangan.

(Farhan K)

spot_img

Berita Terbaru