spot_imgspot_img
Kamis 16 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

200 Mesin Parkir Elektronik di Bandung Rusak, Dishub Siapkan Pembayaran Parkir Lewat QRIS

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung tengah mengembangkan sistem pembayaran parkir baru menggunakan QRIS. Sistem mutakhir ini nantinya mengintegrasikan transaksi pembayaran langsung dengan perangkat genggam (handheld) milik petugas parkir di lapangan.

Langkah strategis tersebut menyusul berkurangnya jumlah mesin parkir elektronik yang masih berfungsi dengan baik di berbagai sudut kota. Oleh karena itu, memerlukan pembaruan sistem secara menyeluruh agar pelayanan parkir kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Baca Juga: Marak Begal di Bandung, Farhan Tegaskan Semua Kasus Akan Diekspos: Kami Tak Mau Pura-Pura Aman

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengungkapkan bahwa saat ini hanya sekitar 50 persen mesin parkir elektronik yang masih beroperasi secara normal.

“Mesin parkir memang masih beroperasi, tetapi saat ini sekitar 50 persen yang masih berjalan. Dari total sekitar 400 unit, hanya sekitar 200 unit yang masih aktif,” kata Rasdian, Kamis (16/7/2026).

Rasdian menjelaskan bahwa berakhirnya kerja sama dengan pihak ketiga penyedia perangkat sejak tahun 2018 menjadi pemicu utama kerusakan mesin-mesin tersebut. Kondisi kian menyulitkan lantaran perusahaan penyedia alat kini sudah tutup, sehingga petugas kesulitan mencari suku cadang untuk perbaikan.

“Hal itu karena kerja sama dengan pihak ketiga sudah lama selesai, sekitar tahun 2018. Selain itu, perusahaan penyedia juga sudah tidak ada, sehingga ketika terjadi kerusakan cukup sulit mencari suku cadangnya,” imbuhnya.

Uji Coba Pembayaran Non Tunai

Sembari menyiapkan sistem baru, tetap menyiagakan sisa mesin parkir yang masih layak pakai guna melayani kebutuhan warga sehari-hari.

Sebagai solusi jangka panjang, Pihaknya kini fokus menguji coba pembayaran non-tunai berbasis QRIS melalui gawai pintar khusus (handheld).

Teknologi baru ini memiliki kemampuan mencatat waktu kendaraan masuk dan keluar secara otomatis. Melalui cara kerja tersebut, sistem langsung mengalkulasi tarif parkir berdasarkan durasi kendaraan parkir secara akurat.

“Ke depan kami perlu melakukan perbaikan sistem. Kami sudah melakukan uji coba pembayaran parkir menggunakan QRIS melalui perangkat handheld. Sistem ini lebih mudah karena dapat mencatat waktu kendaraan masuk dan keluar. Tarif parkir juga bisa langsung terhitung secara otomatis,” jelas Rasdian.

Rasdian menambahkan bahwa sistem modern ini juga akan mencetak struk bukti pembayaran secara langsung. Kehadiran struk fisik tersebut membuat transaksi parkir menjadi jauh lebih transparan sekaligus meminimalkan perselisihan perhitungan tarif antara warga dan petugas.

“Nantinya bukti pembayaran atau karcis juga dapat keluar melalui sistem tersebut,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru