spot_imgspot_img
Rabu 24 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

800 BUMN Segera Ditutup Prabowo Subianto

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah telah menutup sekitar 240 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang di nilai terus merugi.

Menurut Prabowo Subianto, langkah tersebut di lakukan untuk menghemat anggaran negara sekaligus menekan potensi kebocoran keuangan.

BACA JUGA:

3 Pimpinan BGN Dilantik Prabowo Subianto

“Sekarang kita sudah tutup sekitar 240 BUMN karena rugi terus,” kata Prabowo di kutip kontan.co.id.

Prabowo Subianto mengaku baru mengetahui jumlah perusahaan negara jauh lebih banyak di banding perkiraannya setelah menjabat sebagai presiden.

Semula ia mengira jumlah BUMN hanya sekitar 300 perusahaan. Namun ternyata mencapai lebih dari 1.000 entitas.

“Saya kira perusahaan BUMN itu jumlahnya 300. Waktu saya jadi presiden ternyata jumlahnya seribu lebih,” ungkap Prabowo.

Presiden menegaskan, pemerintah berencana melanjutkan penataan BUMN dengan menutup lebih banyak perusahaan yang di nilai tidak produktif.

“Kita ujungnya akan tutup sekitar 800 perusahaan negara. Minimal 700,” tegasnya.

Prabowo menilai, penutupan perusahaan-perusahaan tersebut telah menghemat anggaran hingga triliunan rupiah. Penghematan berasal dari berkurangnya beban operasional. Termasuk pembayaran gaji direksi dan komisaris.

“Sudah kita tutup, kita menghemat triliunan. Hanya dari menutup perusahaan-perusahaan yang enggak benar,” kata Prabowo.

Prabowo  menuding perusahaan-perusahaan yang terus merugi tersebut kerap digunakan untuk menutupi praktik korupsi di internal pengelola.

BACA JUGA:

Temui Siswa Korban Bullying, Prabowo: “Presiden Pun Sering Diejek”

Meski demikian, Prabowo belum merinci daftar BUMN maupun entitas yang telah di tutup. Termasuk besaran pasti penghematan anggaran yang di peroleh pemerintah dari kebijakan tersebut.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru