PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Mahya Ulia Ramadani, siswa kelas XI 3 MAN 2 Pangandaran, sukses menyulap limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi berupa lilin aromaterapi. Inovasi kreatif ini lahir dari tangan dinginnya saat menyelesaikan tugas mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.
Berlangsung Selasa (28/4/2026), kegiatan praktik di bawah bimbingan guru Agus Ali Mutakin ini menantang siswa untuk peduli terhadap isu lingkungan. Mahya memilih memanfaatkan minyak goreng bekas pakai yang biasanya terbuang sia-sia untuk diracik kembali menjadi produk fungsional.
Proses produksinya melalui beberapa tahapan teliti, mulai dari penyaringan minyak, pencampuran bahan khusus, hingga pemberian warna dan aroma yang menenangkan. Hasilnya, tercipta lilin aromaterapi berkualitas dengan visual yang menggoda pasar.
Tak hanya unggul pada isi produk, Mahya juga membidik pasar modern dengan menciptakan kemasan estetik. Menariknya, ia menyematkan teknologi barcode pada label produk. Saat konsumen memindai kode tersebut, mereka akan langsung terhubung ke informasi digital mengenai proses pembuatan, manfaat kesehatan aromaterapi, serta keunggulan produk yang ramah lingkungan.
“Saya melihat potensi besar dari minyak jelantah yang bisa diolah menjadi barang bernilai tambah. Tugas sekolah ini justru menjadi peluang bagi saya untuk berinovasi,” ungkap Mahya, Rabu (29/4/2026).
Guru pembimbing, Agus Ali Mutakin, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi siswanya. Menurutnya, pembelajaran prakarya memang bertujuan mengasah keterampilan hidup (life skill) serta jiwa wirausaha sejak dini.
“Kami mendorong siswa agar mampu melihat peluang dari hal-hal sederhana. Karya Mahya menjadi bukti nyata bahwa limbah bisa menjadi produk premium lewat sentuhan kreativitas,” ujar Agus.
Senada dengan itu, Kepala MAN 2 Pangandaran, Dadah Jubaedah, menilai karya ini merupakan cerminan keberhasilan pembelajaran berbasis proyek. Ia menegaskan bahwa madrasah akan terus mendukung inovasi siswa agar tugas-tugas sekolah tidak hanya menjadi teori, tetapi menghasilkan produk nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan berpotensi menjadi peluang bisnis.
(Sajidin)


