BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebanyak 3.600 pelajar setingkat SMA, SMK, dan MA dari berbagai penjuru Jawa Barat memadati Convention Hall Telkom University (Tel-U) untuk mengikuti West Java Student Leader Summit (WJSLS) 4.0, Sabtu (11/4/2026). Forum yang lahir dari kolaborasi Forum OSIS Jabar (FOJB) dan Tel-U ini bertujuan memperkuat karakter kepemimpinan serta kesadaran lingkungan bagi Generasi Z.
WJSLS 4.0 mengusung misi besar dengan mengadopsi filosofi kearifan lokal Sunda, Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer). Nilai-nilai ini menjadi fondasi utama dalam mencetak calon pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan ketangguhan pribadi.
Sinergi Pemerintah dan Akademisi
Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGP) Jabar, Dr. Sugito Adiwarsito, mewakili Ditjen GTK, menegaskan bahwa kepemimpinan masa depan wajib menyertakan tanggung jawab sosial. Ia memandang pelajar sebagai agen perubahan yang harus membarengi kekuatan memimpin dengan kepedulian terhadap sesama.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr. Purwanto, menyatakan optimismenya bahwa WJSLS akan melahirkan pemimpin muda yang peka terhadap isu-isu krusial. Rektor Tel-U, Suyanto, turut menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menyiapkan pemimpin kreatif yang berintegritas tinggi di luar lingkungan kelas.
Aksi Nyata untuk Bumi
Selain diskusi kepemimpinan, WJSLS 4.0 yang bertepatan dengan HUT ke-13 FOJB ini menghadirkan berbagai agenda menarik. Salah satunya adalah talkshow lingkungan yang menggandeng organisasi seperti Greenpeace, Owaste, dan Zero Waste Adventure. Dalam sesi tersebut, para pakar mengajak siswa membedah solusi konkret untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.
Panitia juga menyuguhkan rangkaian acara pendukung, antara lain:
- Edu Fair & Campus Tour: Memberikan gambaran dunia perkuliahan bagi siswa tingkat akhir.
- Pertunjukan Seni: Menampilkan bakat dan kreativitas pelajar Jawa Barat.
Melalui kegiatan ini, FOJB mengajak seluruh peserta untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam keseharian. Ajang ini membuktikan bahwa menjadi seorang pemimpin berarti memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian bumi.
(LIN)



