BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Sosial Kota Bandung mencatat jumlah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Bandung terus mengalami peningkatan dari 847 PPKS pada 2024 menjadi 2.003 PPKS pada awal 2026 dari berbagai kategori.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Bandung, Irvan Alamsyah, mengatakan, angka tersebut merupakan hasil penjangkauan berkelanjutan yang di lakukan sejak tahun sebelumnya.
“Jumlah tersebut tidak semuanya warga Kota Bandung. Pada 2025, hasil penjangkauan kami menunjukkan peningkatan hingga sekitar 2.003 orang,” ujar Irvan, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Jamkrida Jabar Gandeng BPR Karya Utama Jamin Kredit Pekerja Migran
Irvan menjelaskan, lonjakan PPKS kerap terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang Ramadan, IdulFitri, dan Idul adha. Pada periode tersebut, Kota Bandung sering menjadi tujuan pendatang dari luar daerah yang berharap mendapatkan penghidupan yang lebih baik.
“Biasanya memang ada peningkatan menjelang hari besar keagamaan. Saat ini pun sudah mulai terlihat karena kita mendekati Ramadan,” katanya.
Irvan menegaskan, bahwa mayoritas PPKS yang terjaring berasal dari wilayah Bandung Raya, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Namun, sebagian lainnya datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa hingga luar pulau.
Baca Juga: Perluas Inklusi Keuangan Digital, bank bjb Gandeng Platform Fintech Duluin
“Ada juga yang berasal dari Sumatera. Kami pernah memulangkan tunawisma sampai ke Tanah Datar, Sumatera Barat,” ungkapnya.
Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa sebagian PPKS memang datang secara sengaja ke Kota Bandung. Untuk itu, Dinas Sosial Kota Bandung terus memperkuat upaya penjangkauan, pendataan, serta rehabilitasi sosial.
“Kami tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan rehabilitasi sosial dasar. Untuk PPKS dari luar daerah, kami fasilitasi pemulangan agar mendapatkan penanganan lanjutan di daerah asal,”pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


