BANDUNG, FOKUSJabar.id: Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) Kota Bandung yang baru di buka kembali pada Kamis, 25 Desember 2025, dan mulai ramai di kunjungi warga dan wisatawan.
Namun, di tengah antusiasme masyarakat terhadap wajah baru kawasan tersebut, kondisi jalur Forest Walk di area dalam justru menuai keluhan karena di nilai belum aman dan nyaman.
Pantauan di lapangan menunjukkan, meski area depan Baksil tampil lebih rapi dan modern. Namun,di bagian jalur kayu Forest Walk terlihat lapuk, berlubang, serta licin akibat lumut. Kondisi ini di nilai berpotensi membahayakan pengunjung, terutama anak-anak dan lansia.
Baca Juga: Selain Rusak, Forest Walk Babakan Siliwangi Kota Bandung Minim Pengamanan
Salah seorang pengunjung asal Depok, Jawa Barat, Siwi (40), mengaku senang dengan konsep wisata hutan kota yang di tawarkan Babakan Siliwangi. Namun ia menyayangkan masih adanya fasilitas yang rusak di bagian dalam kawasan.
“Konsepnya bagus dan suasananya enak, tapi tadi masih ada jalan yang bolong-bolong. Kalau bawa anak jadi khawatir,” kata Siwi di lokasi Babakan Siliwangi, Sabtu (3/1/2026).
Siwi berharap revitalisasi kawasan tidak hanya berfokus pada tampilan luar, tetapi juga memperhatikan keselamatan, kenyamanan, dan perawatan fasilitas di seluruh area.
“Harapannya perbaikan itu menyeluruh, bukan cuma di bagian depan,” katanya.
Tidak Ada Tempat Berteduh
Selain itu, minimnya tempat berteduh di sepanjang Forest Walk juga menjadi sorotan pengunjung, terutama saat hujan.
Baca Juga: Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Kota Bandung Tembus 4,5 juta Orang
“Kalau hujan besar, susah mau neduh. Di tengah jalur belum ada tempat berteduh,”ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Kota Bandung Rini (30) menyoroti, aspek kebersihan dan penataan kawasan.
“Ke depannya semoga bisa lebih bersih dan lebih rapi. Tanamannya juga perlu di tata lagi supaya kelihatan lebih terawat. Dari segi sampah juga harus di perhatikan,” ucapnya.
Meski masih terdapat sejumlah catatan, pengunjung berharap Babakan Siliwangi dapat terus di benahi agar benar-benar menjadi ruang publik hijau yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan.
(Yusuf Mugni)


