BANDUNG,FOKUSJabar.id: Perayaan tahun baru Imlek selalu identik dengan kue keranjang atau dodol.
Kue yang memiliki nama asli Nian Gao atau Ni Kwee yang artinya kue tahunan ini selalu diburu pada saat perayaan imlek.
Kondisi tersebut dialami oleh produsen kue keranjang di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar). Mereka kewalahan memenuhi pesanan dari berbagai kota saat mendekati Imlek. Produksi kue keranjang mencapai 5 ribu biji per hari.
BACA JUGA:
Cibeureum Episentrum Tumbuhnya Ponpes di Kota Tasikmalaya
“Kami produksi hanya saat momen Imlek saja. Kami membuat sekitar 2 ton per hari atau sekitar 5 ribu pcs per hari,” kata Vincent Ruslianto Pemilik Toko Tekkie TQ di Jalan Pajagalan Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung, Rabu (31/1/2024).
Untuk memenuhi permintaan dari Bandung, Jakarta, Cirebon hingga Cianjur, pihaknya merekrut 20 warga setempat untuk jadi karyawan musiman.
“Biasanya 10 hari sebelum Imlek sudah mulai meningkat permintaan. Jadi untuk karyawan kami panggil warga di sini, karena hanya selama Imlek,” katanya.
BACA JUGA:
Soal Logistik Pemilu 2024, Ini Kata Camat Talegong Garut
Vincent menyebut, pembuatan kue keranjang ini membutuhkan waktu sekitar 18 jam dari awal sampai akhir.
Kue keranjang TekKie memiliki tiga varian rasa. Yakni, original, pandan dan kulit jeruk. Ukurannya, mulai dari 330 gram, 500 gram hingga 1 kilogram.
“Harganya mulai Rp20-50 ribu. Semoga perayaan tahun ini lancar enggak ada masalah apapun dan penjualannya bagus,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni/Bambang Fouristian)



