spot_img
Rabu 24 Juli 2024
spot_img
More

    Dampak Musim Kemarau, Kasus ISPA di Kota Bandung Mencapai 94.479 Kasus

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Bandung mencapai 95 ribu kasus sejak bulan Januari hingga bulan Agustus tahun 2023. Angka kasus tertinggi terjadi pada bulan Maret, Februari dan Januari yang lalu.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mencatat, total penderita penyakit ISPA hingga Agustus mencapai 94.479 kasus. Data tersebut diperoleh dari 80 puskesmas di Kota Bandung.

    Pada bulan Januari, kasus ISPA mencapai 14.149 kasus, Februari 14.867 kasus, Maret 15.468 kasus. April 12.800 kasus, Mei 14.079 kasus, Juni 12.885 kasus, Juli 10.231 dan Agustus 9.574 kasus.

    BACA JUGA: Meski Belum Normal, Sebanyak 2.000 Ton Sampah di Kota Bandung Sudah Terangkut ke TPA Sarimukti

    “Memang itu ada kenaikan, saya cek ke puskesmas yah ada. Ada yang dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya, rata-rata ISPA dan diare ada kenaikan,” kata Kepala Dinkes Kota Bandung Anhar Hadian, Jumat (8/9/2023).

    Menurutnya, penyebab lonjakan kasus ISPA di Kota Bandung karena kondisi cuaca panas di musim kemarau.

    “Kalau dokter memeriksa itu nanya (ke pasien) nah pertanyaan saya tolong cek apakah kedaruratan sampah atau tidak, semuanya menjawab tidak ada karena kedaruratan sampah. Semuanya menjawab karena cuaca,” ucapnya.

    Anhar menegaskan, bahwa para penderita penyakit ISPA terkena bukan karena permasalahan darurat sampah. Namun, dikarenakan kondisi cuaca panas di musim kemarau serta dampak dari El Nino.

    “Sejauh ini tidak ada (karena darurat sampah). Kalau faktor cuaca, seiring berjalannya waktu nanti turun sendiri,” ujarnya.

    BACA JUGA: Krisis Air Bersih di Kota Banjar Meluas

    Oleh karena itu, pihaknya pun meminta puskesmas untuk memantau para warga yang berobat di tengah kondisi sampah yang belum dapat dibuang ke TPA Sarimukti karena kebakaran. Apabila ditemukan kasus untuk segera melakukan tindakan.

    “Penyakit ISPA dan diare karena cuaca. Kenaikannya signifikan,” pungkasnya.

    (Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img