spot_img
Rabu 24 Juli 2024
spot_img
More

    Peringati May Day, Buruh di Banjar Gelar Jalan Sehat

    BANJAR, FOKUSJabar.id: Dalam memperingati hari buruh internasional atau May Day 2023, Forum Solidaritas Buruh (FSB) Kota Banjar menggelar jalan sehat.

    Kegiatan tersebut diadakan di Taman Lapang Bhakti bersama organisasi Jabar Nergerak dan Forkopimda Kota Banjar, Jawa Barat. Senin (1/5/2023).

    BACA JUGA: Avanza di Banjar Tabrak Mobil Box Hingga Terguling

    Ketua Forum Solidaritas Buruh Kota Banjar, Toni Rustaman mengatakan peringatan May Day 2023 ini pihaknya berupaya merubah mindset bahwa buruh tidak selalu dengan aksi dalam menyampaikan pendapat.

    Dalam peringatan May Day sekarang Toni menyampaikan pihaknya melakukannya dengan cara humanis melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk masyarakat Kota Banjar.

    may day fokusjabar.id
    Buruh di Banjar saat mengikuti senam dalam peringatan May Day 2023 (budiana martin)

    “Kita merubah mindset buruh yang aksi demo sekarang aksi hal hal positif. Karena dengan aman dan nyaman Kota Banjar investor akan masuk,” katanya.

    Menurutnya, ketika investor masuk tentunya akan membuka lapangan kerja. “Karena dengan investor masuk ke Kota Banjar, akan ada pembangunan dan pembukaan lowongan pekerjaan. Disitulah awal mula untuk kesejahteraan para buruh,” kata dia.

    Ditambahkan Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo mengatakan, momen 1 Mei 2023 ini Pemerintah Daerah, Kepolisian, didukung DPRD dan TNI bersepakat bersama para Buruh untuk melaksanakan kegiatan yang positif seperti olahraga bersama dan sosial.

    BACA JUGA: KPU Banjar Sosialisasi Silon, Begini Syarat Lolos Jadi Caleg Pemilu 2024

    “Jadi yang bisa dilihat bahwa Pemerintah Daerah mendukung pelaksanaan Hari Buruh dengan adanya sembako murah yang harganya jauh dibawah harga pasaran. Ini semata-mata untuk mendukung rekan-rekan dari Buruh,” katanya.

    Polres Banjar juga turut aktif dalam menjaga iklim investasi di Kota Banjar. Salah satunya dengan menjaga keamanan dan ketertiban Kota Banjar.

    Menurut Bayu, melihat mindset buruh di Kota Banjar yang mendukung keamanan dan kenyamanan dengan fokus melaksanakan tugas dan fungsinya diharapkan investor ini akan masuk ke Kota Banjar.

    Kalau investor masuk maka akan menambah tenaga kerja di Banjar.”ini sedang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah bagaimana upaya-upaya agar Investor bisa masuk.

    Salah satunya dengan aman. Dari sisi buruh, tidak melakukan aksi unjuk rasa itu salah satu bahwa situasi di Banja ini kondusif,” ujarnya.

    Sementata itu Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana mengatakan kegiatan hari ini adalah salah satu bentuk nyata kerjasama yang dilakukan pemerintah, Forkopimda Kota Banjar dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional dengan kegiatan positif.

    Berolahraga bersama, menggerakan ekonomi masyarakat dan membantu menekan inflasi dengan membantu warga untuk memperoleh kebutuhan bahan pokok yang terjangkau.

    “Inilah tugas pemerintah. Menjalankan pemerintahan dalam suasana yang kondusif baru kita bisa melaksanakan menjalankan pemerintahan dengan baik.

    Salah satu upaya pemerintah yaitu berkolaborasi dan bersinergi dengan Forkopimda Kota Banjar. Kita bersama-sama,” kata Nana.

    Angka pengangguran di Kota Banjar saat ini sudah mencapai 13.700, sementara industri yang ada dan menyerap ribuan pekerja hanya ada beberapa. Hal ini membuat ketidakseimbangan antara lapangan pekerjaan dengan calon pekerja di Kota Banjar.

    “Artinya perlu memperbaiki iklim investasi yang ada di Kota Banjar. Minimal dua sampai empat investor masuk dengan merekrut tenaga kerja 2.000 karyawan.

    Artinya sudah ada 8.000 suadara kita yang nol pendapatan menjadi Rp.2 juta kurang sedikit. Akan tetapi daya beli masyarakat naik,” ujarnya.

    Tetapi investor masuk itu ada syaratnya. Mereka masuk dan datang ke suatu daerah yang wilayahnya kondusif.

    Jadi jaminan rasa aman, jaminan rasa nyaman itu menjadi salah satu syarat bagi para investor,” sambung Nana menambahkan.

    Maka dari itu, Nana mengajak para Forum Buruh dan semua kalangan bersama-sama perbaiki iklim investasi. Ini program jangka panjang, bagaimana investor ke Kota Banjar.

    “UMK kita sudah rendah, ini harus berbanding lurus dengan iklim investasi.

    Jadi investor yang datang jauh lebih banyak karena di kita UMK lebih rendah se-Jawa Barat. Upaya kedua rasa nyaman dan aman. Kalau buruhnya tidak demo, dan kondusif seperti ini, investor akan tertarik,” ucapnya.

    Dari semua itu tinggal satu lagi yaitu kepastian hukum yang harus digarap oleh Pemerintah berupa RTRW harus segera diselesaikan. Karena mereka juga meminta kepastian hukum.

    “Bukan masalah ijin saja, tetapi RTRW. Dimana sebenarnya kami tempat untuk berinvestasi. Kalau itu sudah selesai insya allah mungkin lapangan kerja akan tercipta,” pungkasnya.

    (Budiana Martin/Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img