spot_img
Rabu 24 Juli 2024
spot_img
More

    Dinkes Kota Bandung Targetkan 108 Ribu Balita Mendapat Imunisasi Polio

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: 108 ribu balita di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) ditargetkan mendapatkan imunisasi polio pada dua gelombang (April dan Mei 2023).

    Hal itu dilakukan terkait adanya temuan kasus polio di Kabupaten Purwakarta beberapa waktu lalu.

    “Jumlah di Kota Bandung masih menunggu angka Kemenkes. Diperkirakan 108 ribu balita,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian, Kamis (30/3/2023).

    BACA JUGA: UPI Terima 3.374 Siswa Melalui Jalur SNBP 2023, Tempati Peringkat 3 se-Indonesia

    Anhar menyebut, sasaran imunisasi adalah balita berusia 0 sampai 59 bulan.

    Meski sudah diimunisasi polio lengkap, mereka tetap harus diimunisasi sebanyak dua kali dengan rentang waktu satu bulan melalui oral atau mulut.

    Menurutnya, Dinas kesehatan tengah merumuskan pelaksanaan imunisasi yang diperkirakan dapat dilaksanakan di puskesmas, posyandu dan klinik.

    “Imunisasi pertama dilaksanakan tanggal 3 sampai 10 April dan Mei. Setelah tanggal 10 April, petugas melakukan sweeping,” ucapnya.

    Anhar mengungkapkan, imunisasi polio akan serentak dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

    Imunisasi dilakukan karena terdapat temuan kasus polio di Purwakarta.

    Oleh karena itu, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan aparat kewilayahan untuk pelaksanaan imunisasi ini.

    Target yang diharapkan dari program imunisasi polio yaitu tercapai hingga 95 persen dan bisa lebih.

    BACA JUGA: PJ Wali Kota Tasikmalaya Minta Kecamatan Memiliki Data Kemiskinan Daerah

    “Target kita secara umum 95 persen sasaran, kalau sudah tercapai 95 persen syukur lebih target gak ada masalah. Kalau belum tercapai WHO akan memerintahkan kita perpanjangan waktu,” ungkapnya.

    Anhar menambahkan, apabila terdapat balita yang tidak dapat divaksin akibat alasan apapun, Anhar mengaku masih belum mendiskusikan hal tersebut.

    “Sebab vaksin yang digunakan berasal dari organisasi kesehatan dunia,” pungkasnya.

    (Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img