spot_img
Senin 26 Februari 2024
spot_img
More

    Arif Bongkar Skenario Sambo: Putri Candrawathi Didatangi Yosua

    JAKARTA,FOKUSJabar.id: Arif Rachman menyebut Putri Candrawathi mengaku kepadanya bahwa Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masuk ke kamarnya di rumah yang ada di Duren Tiga setelah Putri mandi dan ganti baju.

    Hal itu Arif ungkapkan ketika diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang obstruction of justice atau perintangan pembunuhan berencana Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (13/1/2023).

    Belakangan diketahui, cerita pelecehan seksual di Duren Tiga adalah skenario yang dibuat Ferdy Sambo.

    BACA JUGA: Imbas Proyek Sodetan Ciliwung, Puluhan Rumah Warga Digusur

    Cerita tersebut Arif dapatkan ketika memeriksa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Paminal Polri setelah pembunuhan Yosua terjadi.

    Dalam sidang itu, awalnya,Ketua Majelis Hakim, Ahmad Suhel, mengonfirmasi perbedaan keterangan Arif Rachman dengan Ferdy Sambo. Berdasarkan keterangan Sambo, selama pemeriksaan oleh Paminal, dia lah yang menceritakan semua skenarionya.

    Sementara, berdasarkan keterangan Arif yang merupakan eks Wakaden B Paminal Polri, menyebut bahwa Putri Candrawathi juga menuturkan cerita skenario di Duren Tiga itu.

    “PC tidak bercerita, semua yang cerita Ferdy Sambo. Dia (PC) cuma bisa menangis-menangis saja, betul begitu?” tanya Hakim Ahmad.

    “Kalau keterangan saya, yang cerita Putri dan FS,” kata Arif, melansir IDN.

    “Dua-duanya?”

    “Dua-duanya,” ujarnya.

    “Saudara yang mencatat?” tanya Hakim lagi.

    “Catat, Yang Mulia,” kata Arif.

    “Ini kan sudah rangkaian peristiwa seperti itu, maka yang saya tanyakan ke Saudara, ada kejanggalan gak itu?” lanjut Hakim.

    “Mohon izin, untuk peristiwa yang di mana, Yang Mulia?” tanya Arif.

    “Semua, tadi mulai dari rangkaian awal ke RS Keramat Jati, ke atas ditegur, pada malam itu dilakukan pemeriksaan. Maka saya tanya, yang cerita gamblang itu PC atau FS?” tanya Hakim.

    Pada momen inilah, Arif memastikan bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang menceritakan skenario tersebut.

    “Awal mula, Bu PC mau cerita peristiwa Magelang, tapi pak FS, ‘udah, udah, cerita aja yang sampai ke Duren Tiga’. Akhirnya Bu PC cerita, dia nyampe di rumah, masuk rumah, masuk kamar, kemudian Bu PC ganti baju, mandi dulu kalau gak salah, baru ganti baju, terus katanya datang Yosua,” ujar Arif.

    “Oke gak usah detail lah itu! Kemudian apa yang diceritakan Ferdy Sambo?” tanya Hakim.

    “Ketika cerita, ‘saya dipegang’ itu nangis, Yang Mulia, gak bisa ngomong itu ditambahkan keterangannya oleh Ferdy Sambo,” papar Arif.

    “Apa yang ditambahkan Sambo?”

    “Iya, itu, Yosua keluar dari kamar, baru terjadi tembak-tembakan,” ujarnya.

    “Sampai di situ Saudara tidak ada kecurigaan sama sekali?” tanya Hakim.

    “Gak ada, Yang Mulia. Terus terang, Yang Mulia, saya melihat kondisi saat itu, beliau berdua kan pimpinan saya, saya juga kasihan melihat kondisinya karena saya gak pernah melihat Bu PC dan Pak FS nangis-nangis seperti itu. Jadi saya juga ikut terharu, Yang Mulia, bahkan mikir kok tega ada yang berbuat begini sama istri pimpinan saat itu,” ujar Arif.

    Arif mengatakan, baru sadar keterangan Sambo dan Putri merupakan skenario ketika ia menyaksikan rekaman CCTV yang memperlihatkan Yosua masih hidup ketika Sambo datang.

    “Kemudian menjadi percaya atau sebut, ‘wah gak bener nih,’ itu kapan?” tanya Hakim lagi.

    “Menonton (CCTV) itu. Yang Mulia,” kata Arif.

    “Dan itu detail saudara beritahu ke Hendra Kurniawan?”

    “Detil, Yang Mulia,” pungkas Arif.

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img