spot_img
Kamis 18 Agustus 2022
spot_img
More

    Soal Pekerja Fiktif RS Asih Husada, Wali Kota Banjar: Jangan Asal Tuduh

    BANJAR,FOKUSJabar.id: Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih mengklaim isu adanya pekerja fiktif di RS Asih Husada itu tidak benar. 

    “Engga ada apa-apa di Asih Husada, tidak ada pekerja fiktif disana. Hanya diantara mereka ada yang masuk ada yang, sekarang sudah biasa lagi,” katanya  ditemui usai kegiatan Rembug Stunting tingkat Kota Banjar. Jum’at (29/7/2022). 

    Ade pun menampik terkait dugaan dua pekerja di RS Asih Husada menerima gaji padahal tidak masuk kerja. 

    BACA JUGA: Potret Buram RS Asih Husada Kota Banjar, Mulai Pembangunan hingga Gaji Buta

    “Enggak, coba tanyain langsung ke Direkturnya, Jangan suka seenaknya begitu. Perekrutan itu kan ada tahapannya, jangan asal tuduh begitu ah,” katanya sambil meninggalkan wartawan. 

    Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Asih Husada, dr. Wiwik Nur Santi mengatakan saat ini dugaan kasus pekerja fiktif di tempatnya bekerja sudah ditangani oleh pihak kepolisian. 

    “Sudah ditangani pihak kepolisian yah, tinggal menunggu hasil audit Inspektorat , saya gak berani bicara hal itu lagi,” kata dia saat ditemui di kegiatan yang sama dengan Wali Kota Banjar.

    BACA JUGA: Aktor Dibalik Pekerja Fiktif RS Asih Husada Harus di Usut 

    Sebelumnya Kepala Inspektorat Kota Banjar, Agus Muslih mengatakan bahwa terkait persoalan pekerja fiktif di Rumah Sakit Asih Husada pihaknya tinggal menunggu hasil dari penyelidikan Kepolisian.

    “Untuk kasus itu Satreskrim Polres Banjar sudah menanganinya. Sementara inspektorat masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” ujarnya. 

    Dia mengatakan sesuai peraturan yang ada setiap laporan dari masyarakat pasti akan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum (APH). 

    “Nanti APH akan berkoordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP),” kata Agus. 

    Adapun bentuk koordinasi itu dikatakan Agus untuk melihat hasil penyelidikan untuk mengetahui apakah ada unsur melawan hukum serta kerugian negara atau hanya menyangkut persoalan administrasi.

    “Kami menunggu ekspose hasil koordinasi dari kepolisian karena kami juga belum tau hasil pendalamannya,” tuturnya. 

    Untuk diketahui, beberapa waktu kebelakang Kota Banjar dihebohkan dengan kabar dugaan dua orang tenaga kerja kontrak cleaning service (TKK CS) di RS Asih Husada Langensari inisial BM dan AS diduga menerima gaji buta. 

    Dua orang TKK CS tersebut diduga menerima gaji akan tetapi tidak bekerja seperti para pekerja TKK CS lainya.

    Dugaan dua TKK CS menerima gaji buta itu muncul karena nama dua TKK CS tercantum dalam buku pada saat para TKK CS menerima gaji. Hal itu pun menjadi kecurigaan para TKK CS yang lainnya lantaran pada buku absensi tidak ada nama dua orang TKK CS tersebut.

    (Budiana Martin/Anthika Asmara) 

    Berita Terbaru

    spot_img
    spot_img