spot_img
Minggu 3 Juli 2022
spot_img
More

    Viral Pernikahan Dibawah Umur, Netizen Berikan Penjelasan

    FOKUSJabar.id: Jagad maya Twitter diramaikan dengan soal pernikahan dibawah umur, salah akun twitter membagikan foto tangkapan layaran pasangan suami istri saat pernikahan dengan umur pria 26 tahun dan wanitanya berumur 16 tahun. 

    Akun Twitter @tanyakanrl diunggah pada Rabu (22/6/2022), postingan tersebut sontak ramai dengan komentar dari terkait boleh atau tidak menikah dibawah umur 19 tahun, sedangkan dalam amanat undang-undang bahwa umur pernikahan adalah 19 tahun keatas.

    Dalam foto yang diunggah, tampak kedua mempelai sedang berfoto berdua sambil menunjukkan buku nikah.

    BACA JUGA: Ini Alasan Pernikahan Beda Agama Tidak Boleh Menurut Islam

    Dilansir suara.com dalam unggahan foto tersebut terdapat keterangan tahun lahir kedua mempelai ini di dalam  foto tersebut. Mempelai pria lahir pada tahun 1996. Sedangkan mempelai perempuan lahir pada tahun 2006. Jika dihitung maka mempelai perempuan ini baru berusia 16 tahun. Sedangkan  mempelai pria berusia 26 tahun.

    Hal ini pun membuat bingung publik. Karena dalam Undang-Undang Perkawinan disebutkan bahwa yang diizinkan menikah adalah seseorang yang telah mencapai umur 19 tahun.

    Merujuk pada Pasal 7 ayat (1) UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun.

    “Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun,” isi Pasal 7 ayat (1) dalam UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan.

    Hal ini pun dipertanyakan oleh publik, mengapa remaja tersebut dapat melangsungkan prosesi pernikahan sedangkan umurnya belum memenuhi syarat.

    Viralnya cuitan ini membuat beberapa netizen menerangkan jika bisa saja remaja perempuan tersebut mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama (PA). 

    “Aku dulu magang kerja di pengadilan nder. Anak SMP pun bisa dapat dispensasi nikah dengan pendampingan orang tua wali masing-masing pas di Pengadilan Agama (PA). Alasannya ya karena dijodohkan dan lain-lainnya. Rata-rata yang nikah bukan sama anak-anak, tapi sama orang dewasa,” kata netizen.

    “UU Perkawinan terbaru memang mengharuskan usia pernikahan laki-laki dan perempuan sama-sama 19 tahun. Tapi kalau si perempuan itu mengajukan dispensasi nikah dan dikabulkan Pengadilan Agama (PA), itu wajar-wajar aja sih menurutku. Karena hakim pasti telah melakukan usaha buat bujuk si wanita agar nggak menikah di usia itu. Namun kembali lagi kepada keputusan dia untuk tetap nikah,” kata netizen.

    “Kalau mengacu pada UU Perkawinan terbaru, yakni UU Nomor 16 Tahun 2019, lebih tepatnya di Pasal 7 Ayat (1) disebutkan bahwa, ‘Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun’. Akan tetapi pada praktiknya setelah adanya UU Nomor 16 Tahun 2019 ini memang masih saja bisa dilakukan dispensasi ke Pengadilan Agama,” tambah netizen.

    Dispensasi Umur Nikah dalam UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan

    Soal dispensasi nikah, diuraikan dalam Pasal 7 ayat (2) hingga (4) dalam UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pernikahan.

    Disebutkan jika terjadi penyimpangan terhadap ketentuan umur maka pihak orang tua dapat meminta dispensasi kepada pihak pengadilan dengan syarat yang mendesak.

    “Dalam hal terjadi penyimpangan terhadap ketentuan umur sebagaimana dimaksud pada ayat (1), orang tua pihak pria dan/atau orang tua pihak wanita dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan dengan alasan sangat mendesa disertai bukti-bukti pendukung yang cukup,” isi Pasal 7 ayat (2).

    BACA JUGA: Pernihakan Beda Agama Dikabulkan PN Surabaya

    “Pemberian dispensasi oleh Pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib mendengarkan pendapat kedua belah calon mempelai yang akan melangsungkan perkawinan,” isi Pasal 7 ayat (3).

    “Ketentuan-ketentuan mengenai keadaan seorang atau kedua orang tua calon mempelai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) dan ayat (4) berlaku juga ketentuan mengenai permintaan dispensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan tidak mengurangi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (6),” isi Pasal 7 ayat (4).

    (Anthika Asmara) 

    Berita Terbaru

    spot_img