spot_img
Minggu 3 Juli 2022
spot_img
More

    Kasus COVID-19 Naik lagi, IDI: Pakai Lagi Maskernya!

    JAKARTA,FOKUSJabar.id: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta pemerintah agar meninjau kembali kebijakan bebas masker di ruang terbuka sejalan makin bertambahnya jumlah kasus COVID-19 belakangan.

    Juru Bicara Penanganan COVID-19 PB IDI, Erlina Burhan, mengatakan bahwa pandemik belum berakhir. Selain itu peningkatan kasus terus terjadi dan diprediksi puncaknya pada Juli.

    “Upaya prokes itu sebetulnya tools yang ampuh. Pemakaian masker di ruang terbuka tolong dianjurkan kembali,” kata Erlina, Selasa (21/6/2021).

    Erlina menyebut, kebijakan pelonggaran penggunaan masker di ruang terbuka diberlakukan saat laju kenaikan kasus harian rendah, bahkan di bawah 200 kasus baru per hari.

    BACA JUGA: Terpesona, Jokowi Mengakui Megawati Cantik dan Karismatik

    “Tapi, kini kondisi telah berubah dengan terjadinya kenaikan kasus harian. Dengan kondisi sekarang menurut saya harus kembali lagi pakai masker, dan kami tetap mengatakan pakai masker meski di ruang terbuka apalagi di ruang tertutup,” kata dia, seperti dilansir IDN.

    Erlina memengatakan, sejak ditemukan di Afrika Selatan pada Januari dan Februari, dua subvarian baru omicron BA.4 dan BA.5 langsung menyebar di sejumlah negara termasuk indonesia.

    “Dua subvarian ini membuat penularan COVID-19 di Indonesia naik, karena terbukti lebih menular, transmisi dan virulensinya (tingkat keganasannya) tinggi,” katanya.

    Ketua Bidang Pengkajian Penyakit Menular PB IDI Agus Dwi Susanto mengungkapkan, PB bahwa IDI telah mengamati perkembangan penyakit menular termasuk COVID-19 yang kasus harian mulai menanjak. Untuk itu, dia mengimbau agar tetap waspada.

    “Secara global, pandemik belum selesai. Oleh karena itu kita tetap harus waspada, upaya pencegahan agar COVID-19 tidak naik tentu harus disiapkan pemerintah. Di sisi lain, penyakit menular cukup banyak di Indonesia ada hepatitis akut, kemudian demam berdarah, malaria yang belum tereliminasi,” kata dia.

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img